Geger Londo Ireng, PWI Nganjuk Tegaskan Pers Pilar Demokrasi Bukan Musuh

oleh -77 Dilihat
Seruan persatuan PWI dan IJTI yang menolak keras penggunaan istilah Londo Ireng yang merendahkan profesi jurnalis
Seruan persatuan PWI dan IJTI yang menolak keras penggunaan istilah Londo Ireng yang merendahkan profesi jurnalis

KabarBaik.co, Nganjuk – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Nganjuk menyuarakan kecaman keras terhadap penggunaan istilah bernuansa kolonial yang merendahkan martabat profesi pers dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Penggunaan narasi yang dinilai tidak pantas tersebut dipandang sebagai ancaman serius terhadap kemerdekaan pers dan nilai-nilai demokrasi.

“Kami mengecam keras pernyataan yang mengaitkan wartawan, jurnalis, dan lembaga swadaya masyarakat dengan istilah ‘londo ireng’,” tegas Ketua PWI Nganjuk, Bagus Jati Kusumo, Sabtu (25/7).

Menurutnya istilah tersebut bernuansa kolonial, merendahkan martabat profesi, serta mencederai semangat kemerdekaan pers yang dijamin secara tegas dalam UU Nomor 40 Tahun 1999.

“Pernyataan semacam itu sangat tidak layak diutarakan oleh seorang pemimpin negara,” ungkap Bagus Jati Kusumo.

PWI dan IJTI menegaskan bahwa pers bukanlah musuh bagi pemerintah maupun pejabat publik.

Kehadiran insan pers justru berfungsi sebagai penyeimbang dan mitra strategis dalam mengawal jalannya roda pemerintahan secara transparan dan akuntabel.

“Selama ini kami berperan sebagai pengawas sekaligus penyeimbang kekuasaan untuk mencegah penyalahgunaan wewenang,” jelasnya.

“Pers yang independen dan berintegritas menjadi jaminan agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif mengawal setiap kebijakan publik,” tambah Bagus Jati Kusumo.

Melihat kondisi tersebut, PWI dan IJTI menyerukan agar seluruh jurnalis dan elemen pers merapatkan barisan.

Solidaritas antarpekerja media dinilai sangat krusial demi menjaga martabat profesi dan mempertahankan pers sebagai pilar keempat demokrasi di Indonesia.

“Kami mengajak seluruh rekan jurnalis untuk tetap teguh pada prinsip, menjaga solidaritas, dan terus memegang teguh amanah menjaga demokrasi negara ini bersama-sama,” pungkas Bagus.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.