KabarBaik.co, Nganjuk – Langit cerah menyelimuti Desa Sugihwaras, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk pada Kamis (22/7). Setelah 20 tahun bertahan hidup sebatang kara di dalam rumah reot tanpa akses air bersih dan listrik yang memadai, Mbah Sojo, 66, kini akhirnya bisa bernapas lega.
Rumah yang tadinya nyaris roboh itu kini berdiri kokoh dan layak huni berkat aksi sosial bedah rumah yang digagas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nganjuk dalam rangka menyemarakkan HUT Bhayangkara ke-80.
Inisiatif kemanusiaan ini lahir dari kepedulian para insan pers terhadap kondisi prihatin yang dialami Mbah Sojo.
“Bedah rumah ini sengaja kita laksanakan karena kita melihat Mbah Sojo ini membutuhkan uluran tangan. Saya ucapkan terima kasih kepada Polres Nganjuk, Pemkab Nganjuk, Dinas Perkim, Baznas Nganjuk, Nganjuk Peduli, PLN ULP Nganjuk dan UP3 Mojokerto, serta PDAM Nganjuk,” ujar Ketua PWI Nganjuk, Bagus Jati Kusumo.
Ia berharap program ini mampu memberikan manfaat nyata dan meringankan beban hidup sang lansia.
Aksi ini terwujud berkat sinergi lintas sektor yang solid antara insan pers, kepolisian, pemerintah daerah, hingga BUMD dan BUMN.
Tak sekadar merenovasi fisik bangunan, kolaborasi ini juga menyentuh kebutuhan mendasar Mbah Sojo. PLN ULP Nganjuk dan UP3 Mojokerto langsung menyambungkan instalasi listrik, sementara PDAM Tirta Wilis Nganjuk mengalirkan akses air bersih.
Apresiasi tinggi pun mengalir dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk atas kepedulian PWI dan jajaran kepolisian.
“Bedah rumah yang diinisiasi PWI sama Pak Kapolres ini betul-betul luar biasa. Saya atas nama Bupati Nganjuk terima kasih kepada semuanya,” puji Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi.
Pria yang akrab disapa Kang Marhaen ini menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa berdiri sendiri, melainkan butuh kolaborasi dari seluruh elemen.
“Nganjuk memang butuh kolaborasi semuanya. Seperti kegiatan ini, dari PWI kolaborasi dengan Polres dan didukung yang lain-lain,” lanjutnya.
Kegiatan peresmian hunian baru ini terasa kian hangat saat Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, turut membagikan paket sembako kepada 50 warga Desa Sugihwaras yang membutuhkan.
Namun bagi Mbah Sojo, perubahan drastis pada gubuk reot yang mendampinginya selama dua dekade terakhir adalah kado terindah yang pernah ia terima.
“Aduh saya tidak bisa berkata-kata. Rumahnya bagus sekali, sangat beda dengan kondisi sebelum dibangun dulu. Terimakasih Pak Bupati, Pak Kapolres, PWI, Nganjuk Peduli dan semuanya,” tutur Sojo dengan mata berkaca-kaca menahan haru.






