Nataru Topang Pertumbuhan Penjualan Eceran Surabaya

oleh -148 Dilihat
IMG 20251126 WA0009
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim.

KabarBaik.co – Kinerja penjualan eceran di Kota Surabaya pada Desember 2025 diprakirakan tetap tumbuh positif, baik secara tahunan maupun bulanan. Proyeksi ini tercermin dari hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) yang menunjukkan Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2025 diperkirakan mencapai 500,4, atau tumbuh 17,0 persen (year-on-year/yoy). Meski demikian, laju pertumbuhan tersebut sedikit melambat dibandingkan realisasi November 2025 yang tercatat 21,4 persen (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menjelaskan bahwa kinerja positif tersebut terutama ditopang oleh meningkatnya permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru. Beberapa kelompok komoditas yang menjadi penopang utama antara lain Suku Cadang dan Aksesori, Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Barang Budaya dan Rekreasi.

“Selain itu, Barang Lainnya subkelompok Sandang juga diprakirakan mencatatkan pertumbuhan yang lebih baik,” jelasnya dikutip dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (16/1).

Di sisi lain, terdapat sejumlah kelompok yang diperkirakan menunjukkan perbaikan meski masih berada pada fase kontraksi, seperti Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya serta Peralatan Informasi dan Komunikasi. Sementara itu, Bahan Bakar Kendaraan Bermotor diprakirakan mengalami kontraksi yang lebih dalam.

Secara bulanan, penjualan eceran Desember 2025 diprakirakan tumbuh 0,9 persen (month-to-month/mtm), sedikit melambat dibandingkan November 2025 yang tumbuh 1,3 persen (mtm).

Pertumbuhan bulanan tersebut didorong oleh seluruh kelompok yang berada pada fase ekspansi, terutama Peralatan Informasi dan Komunikasi, Barang Budaya dan Rekreasi, serta Suku Cadang dan Aksesori.

Sebelumnya, pada November 2025, kinerja penjualan eceran Surabaya tercatat meningkat signifikan. IPR November 2025 mencapai 496,1, tumbuh 21,4 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan Oktober 2025 yang tumbuh 19,1 persen (yoy).

Peningkatan ini sejalan dengan tren nasional, di mana IPR Nasional November 2025 tercatat 222,9, tumbuh 6,3 persen (yoy), meningkat dari 4,3 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

Secara bulanan, penjualan eceran November 2025 juga tumbuh 1,3 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan Oktober 2025 yang hanya 0,4 persen (mtm). Kenaikan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya permintaan menjelang HBKN Natal dan Tahun Baru, khususnya pada kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi, Suku Cadang dan Aksesori, Sandang, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau.

Ke depan, responden survei memprakirakan kinerja penjualan eceran akan kembali meningkat pada Februari 2026. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Februari 2026 yang mencapai 175,6, lebih tinggi dibandingkan Januari 2026 sebesar 174,4, seiring dengan meningkatnya permintaan pada momen HBKN Imlek. Namun demikian, pada Mei 2026, IEP diprakirakan melambat ke level 161,0, lebih rendah dibandingkan April 2026 sebesar 164,6, seiring berkurangnya hari operasional penjualan akibat cuti bersama HBKN Idul Adha dan Hari Raya Waisak.

Dari sisi harga, tekanan inflasi pada Februari 2026 diprakirakan meningkat, tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum yang naik menjadi 169,5 dari 158,5 pada Januari 2026. Sementara itu, pada Mei 2026, indeks tersebut diperkirakan relatif stabil di level 162,2, menunjukkan bahwa ekspektasi harga masih berada pada tingkat yang cukup tinggi sejalan dengan momentum permintaan masyarakat pada berbagai HBKN.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.