National Hospital Surabaya Luncurkan Robotic Surgery, Hadirkan Bedah Minimal Invasif Lebih Presisi dan Modern

oleh -359 Dilihat
IMG 20260128 WA0015
Peluncuran teknologi ini menjadi komitmen National Hospital Surabaya dalam menghadirkan layanan bedah minimal invasif yang lebih modern dan berstandar internasional.

KabarBaik.co – Perkembangan teknologi medis terus bergerak menuju tingkat presisi yang semakin tinggi. National Hospital Surabaya resmi melangkah ke babak baru inovasi layanan bedah dengan meluncurkan teknologi Robotic Surgery melalui pengenalan Edge Medical MP1000 Multi-port Endoscopic Surgical Robot System, sebuah sistem robotik laparoskopi canggih yang dirancang untuk meningkatkan akurasi, keamanan, dan efektivitas tindakan operasi.

Peluncuran teknologi ini menjadi tonggak penting bagi layanan kesehatan di Jawa Timur, sekaligus menegaskan komitmen National Hospital Surabaya dalam menghadirkan layanan bedah minimal invasif yang lebih modern dan berstandar internasional.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi National Hospital, dr. Robert Hunan Purwaka, Sp.OG, D.MAS, F.MIS, menjelaskan bahwa Robotic Surgery merupakan pengembangan dari teknik laparoskopi konvensional yang selama ini dilakukan secara manual oleh dokter bedah.

“Pada laparoskopi biasa, seluruh pergerakan alat dilakukan langsung oleh tangan dokter. Kini, kami dibantu teknologi robotik yang bekerja sebagai perpanjangan tangan dokter. Namun perlu ditegaskan, robot ini tidak bekerja sendiri. Seluruh kendali tetap sepenuhnya berada di tangan dokter,” ujar dr. Robert, Rabu (28/1).

Ia menerangkan, sistem Robotic Surgery ini terdiri dari tiga komponen utama, yakni konsol bedah, tower monitor, dan konsol robotik. Dari konsol bedah, dokter mengendalikan jalannya operasi menggunakan joystick yang mengatur kamera dan instrumen bedah yang digerakkan oleh lengan robot.

“Dokter mengendalikan arah pandangan, pergerakan alat, membuka dan menutup instrumen, memutar, hingga memegang jaringan melalui joystick. Sensasinya seperti tangan kita benar-benar masuk ke dalam tubuh pasien, tetapi dengan tingkat stabilitas dan presisi yang jauh lebih tinggi,” jelasnya.

Teknologi Robotic Surgery ini memiliki cakupan penggunaan yang luas di berbagai bidang bedah. Untuk bidang obstetri dan ginekologi, teknologi ini dapat digunakan pada operasi pengangkatan rahim, miom, kista, hingga penanganan kasus perlengketan yang kompleks.

Sementara pada bidang digestif, Robotic Surgery mendukung tindakan operasi yang lebih rumit, seperti operasi usus buntu, batu empedu, hati (liver), pankreas, hingga pemotongan lambung. Adapun di bidang urologi, teknologi ini memungkinkan tindakan bedah pada prostat dan ginjal dilakukan dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.

Dari sisi akurasi, dr. Robert menegaskan bahwa sistem robotik ini memiliki tingkat presisi yang sangat tinggi, bahkan nyaris sempurna. “Setiap saya menggerakkan tangan satu sentimeter, mesin akan bergerak satu sentimeter. Tidak ada gerakan melenceng. Presisinya di atas 99 persen,” ungkapnya.

Selain meningkatkan ketepatan, Robotic Surgery juga menawarkan keunggulan signifikan dari sisi efisiensi waktu operasi. Pada tindakan bedah kompleks yang sebelumnya dapat memakan waktu antara enam hingga sepuluh jam, penggunaan teknologi robotik berpotensi memangkas durasi operasi hingga sekitar 50 persen.

“Dengan presisi yang tinggi, pendarahan bisa ditekan, risiko komplikasi lebih rendah, dan kerusakan jaringan dapat diminimalkan. Dampaknya, proses pemulihan pasien menjadi jauh lebih cepat, sehingga kualitas hidup pasien pascaoperasi juga meningkat,” jelas dr. Robert.

Keunggulan lainnya, teknologi robotik memungkinkan dokter membedakan jaringan sehat dan jaringan yang sakit dengan lebih akurat. Hal ini menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko yang selama ini masih mungkin terjadi pada tindakan bedah manual.

“Kami dapat mengambil jaringan yang sakit tanpa merusak jaringan yang sehat. Risiko-risiko kecil yang masih ada pada tindakan manual bisa direduksi lebih jauh dengan teknologi robotik,” tandasnya.

Dengan peluncuran Robotic Surgery ini, National Hospital Surabaya menegaskan posisinya sebagai salah satu rumah sakit yang adaptif terhadap kemajuan teknologi medis. Inovasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bedah, tetapi juga memberikan rasa aman dan hasil terbaik bagi pasien melalui pendekatan bedah minimal invasif yang lebih presisi, modern, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.