Keluhkan Keselamatan dan Minim Sarana, Nelayan PIK Banyuwangi Minta Life Jacket hingga Perahu Fiber

oleh -61 Dilihat
bwi 1
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat berdialog dengan nelayan PIK Bomo.

KabarBaik.co, Banyuwangi – Nelayan Pantai Indah Kedunen (PIK), Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, menyampaikan sejumlah keluhan terkait keselamatan kerja dan keterbatasan sarana melaut saat berdialog langsung dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, beberapa waktu lalu.

Keluhan itu disampaikan saat Ipuk turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat pesisir. Para nelayan mengungkapkan, aktivitas melaut yang masih mengandalkan alat sederhana membuat mereka rentan terhadap risiko, terutama saat cuaca tidak bersahabat.

Perwakilan Kelompok Nelayan Ban, M. Multazam, mengatakan nelayan di wilayah tersebut masih menggunakan ban bekas yang dimodifikasi sebagai perahu untuk mencari ikan. Kondisi ini dinilai rawan kecelakaan, terlebih ketika ombak tinggi.

“Tenaga kami masih manual. Kalau cuaca buruk sangat berbahaya, bahkan ada yang pernah digulung ombak. Kami sangat membutuhkan life jacket untuk keselamatan,” ujar Multazam.

Selain persoalan keselamatan, nelayan juga mengeluhkan keterbatasan jangkauan melaut yang berdampak langsung pada penghasilan. Menurut Multazam, nelayan ban biasanya memburu ikan ekspor. Namun saat ikan tersebut tidak musim, pendapatan mereka turun drastis.

“Kadang untuk dapat Rp20 ribu sehari saja sulit. Kalau ada bantuan perahu fiber, jangkauan kami bisa lebih jauh dan hasil tangkapan lebih baik,” imbuhnya.

Keluhan serupa juga datang dari Misno, nelayan yang tergabung dalam Kelompok Pengelola Wisata Bahari (Pokwisri) Desa Bomo. Ia menyampaikan keterbatasan kapasitas sumber daya manusia dalam mengembangkan wisata bahari berbasis konservasi.

“Kami butuh pelatihan dan pendampingan agar wisata bahari yang kami rintis bisa meningkatkan ekonomi warga pesisir,” kata Misno.

Sementara itu, Slamet Santoso dari Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokwasmas) Pantai Sobo Wonosari menyoroti minimnya sarana wisata laut. Ia berharap ada dukungan perahu khusus untuk menunjang aktivitas wisata bagi pengunjung.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Bupati Ipuk Fiestiandani meminta dinas terkait, mulai dari Dinas Perikanan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, hingga Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan, untuk segera menindaklanjuti aspirasi nelayan.

“Kami siap memfasilitasi pelatihan, perizinan, alat usaha hingga branding produk nelayan. Soal keselamatan, kami juga akan mengupayakan tambahan life jacket,” ujar Ipuk.

Ipuk juga menyatakan akan mengusulkan bantuan kapal fiber ke pemerintah pusat untuk nelayan Banyuwangi. Ia berharap setiap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dan dirawat secara maksimal oleh penerima.

“Insya Allah semua kami upayakan, tapi saya titip agar bantuan yang diterima benar-benar dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” pungkas Ipuk.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.