Kabarbaik.co, Nganjuk – Di Ruang Rapat Pringgitan, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro memimpin langsung Rapat Koordinasi (rakor) menyambut kedatangan presiden Prabowo Subianto yang diagendakan pada Mei 2026 mendatang.
Rencananya, Presiden Prabowo akan meresmikan Museum Marsinah.
“Kita harus memastikan penyambutan Bapak Presiden berjalan sempurna. Koordinasi antar-OPD harus presisi,” tegas Bupati Marhaen, Rabu (11/2)
Museum Marsinah, bagi warga Nganjuk, bukan sekadar bangunan fisik. Ini adalah rumah bagi memori kolektif tentang perjuangan seorang buruh perempuan yang gigih memperjuangkan hak-haknya. Maka, tak heran jika persiapan kunjungan presiden ini disambut dengan antusiasme tinggi.
Wabup Trihandy menambahkan bahwa sentuhan humanis dalam persiapan ini. Ia menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat lokal Desa Nglundo.
“Kita ingin saat Presiden hadir, suasana Desa Nglundo mencerminkan kesiapan dan keramahan warga Nganjuk” ungkapnya
Dari perbaikan akses jalan oleh Dinas PUPR, penataan taman dan kebersihan oleh DLH, hingga manajemen lalu lintas oleh Dinas Perhubungan, semua bergerak serempak. Disporabudpar pun tak ketinggalan, menyiapkan narasi sejarah yang akan mengantarkan presiden menyelami kisah perjuangan Marsinah.
Skda Nganjuk mendapat tugas berat, memantau progres harian di lapangan. Rencananya, Pemkab Nganjuk akan melakukan survei lokasi bersama Paspampres dan Protokol Istana, serta meminta dukungan dari pemerintah provinsi.
Kunjungan presiden ini bukan sekadar peresmian museum. Ini adalah pengakuan atas sejarah perjuangan buruh di Indonesia. Dan Nganjuk menjadi saksi bisu dari peristiwa penting tersebut. Dari balai desa hingga istana, Nganjuk bersolek, siap menyambut presiden dan mengukir sejarah baru. (*)








