KabarBaik.co – Di sebuah gang sempit di sisi timur MTsN 1 Kota Blitar, yang berlokasi di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo terdapat warung nasi pecel sederhana yang telah bertahan puluhan tahun.
Meski tersembunyi dan tidak tercantum di aplikasi peta digital, warung ini justru dikenal luas oleh para pelanggannya karena cita rasa pecel yang khas.
Warung tersebut dikelola oleh Sri Astutik, yang akrab disapa Mak As. Selama sekitar 18 tahun, ia konsisten menjajakan nasi pecel dari rumahnya.
Setiap hari, Mak As mulai berjualan sejak pukul 05.00 WIB hingga malam hari, melayani pembeli dari berbagai kalangan, terutama pelajar.
Lokasi warung yang berada di gang sempit, hanya dapat dilalui satu sepeda motor, membuat pengunjung harus bertanya kepada warga sekitar untuk menemukannya. Kondisi itu tidak menyurutkan minat pembeli, justru menambah kesan tersendiri bagi pelanggan yang datang.
Sebelum membuka warung di rumah, Mak As sempat berjualan di sekitar SMKN Telkom Blitar selama kurang lebih 12 tahun. Namun, karena perubahan aturan di sekolah, ia tidak lagi diperkenankan berjualan di lokasi tersebut.
“Dulu saya berjualan di depan SMK Telkom selama 12 tahun. Setelah tidak diizinkan lagi, akhirnya membuka warung sendiri di rumah dengan kondisi seadanya. Sampai sekarang sudah berjalan sekitar 18 tahun,” ujar Mak As, Minggu (18/1).
Keistimewaan rasa nasi pecel menjadi alasan utama pelanggan tetap setia. Banyak di antara mereka yang telah mengenal pecel Mak As sejak masih berjualan di kawasan sekolah dan terus datang hingga saat ini.
Selain rasanya, harga yang terjangkau juga menjadi daya tarik. Satu porsi nasi pecel dijual mulai Rp 5.000 hingga Rp 7.000, bergantung pada pilihan lauk.
“Kalau ingin tambahan lauk, harganya menyesuaikan,” tambahnya.(*)







