Nyepi dan Idul Fitri Beririsan, Gubernur dan Kapolda NTB Ajak Warga Perkuat Toleransi

oleh -2 Dilihat
Gubernur NTB nyepi dan idul fitri
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Mataram – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajak seluruh masyarakat menjaga semangat toleransi dan saling menghormati menjelang perayaan Hari Raya Nyepi umat Hindu yang waktunya beririsan dengan malam takbiran menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah.

Harapan tersebut disampaikan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik.

Ahsanul Khalik, yang akrab disapa Aka, mengatakan Gubernur Iqbal menilai masyarakat NTB selama ini telah hidup dalam tradisi kebersamaan yang kuat. Karena itu, momentum beririsan antara Nyepi dan Idul Fitri justru menjadi contoh nyata harmoni antarumat beragama.

“Di NTB kita sudah sangat terbiasa hidup dalam kebersamaan. Toleransi bukan sekadar slogan, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Momentum beririsan antara Nyepi dan Idulfitri ini justru harus menjadi contoh bagaimana masyarakat menjaga harmoni dan saling menghormati,” ujarnya, Senin (16/3).

Pemprov NTB menegaskan tidak ada larangan bagi masyarakat untuk melaksanakan pawai ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Nyepi maupun pawai takbiran menjelang Idul Fitri. Kedua kegiatan tetap dapat dilaksanakan dengan memperhatikan ketertiban, keamanan, serta kesepahaman bersama di tengah masyarakat.

Di Kota Mataram, pemerintah daerah bersama tokoh agama Hindu dan Islam, panitia pawai ogoh-ogoh, panitia takbiran, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta aparat keamanan telah melakukan sejumlah pertemuan koordinasi untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan aman dan tertib.

Beberapa kesepakatan yang dicapai di antaranya terkait pengaturan rute kegiatan, jumlah peserta termasuk pembatasan peserta dari luar daerah, waktu pelaksanaan, hingga pengawalan oleh aparat keamanan.

Koordinasi serupa juga dilakukan di sejumlah wilayah lain di NTB seperti Lingsar dan Narmada, serta daerah lain yang juga melaksanakan kegiatan serupa.

Aka menambahkan, Gubernur menilai masyarakat NTB telah menunjukkan kedewasaan dalam kehidupan beragama dengan saling memberi ruang bagi pelaksanaan ibadah masing-masing.

Umat Islam memberikan ruang bagi umat Hindu melaksanakan rangkaian Hari Raya Nyepi, mulai dari pawai ogoh-ogoh hingga Catur Brata Penyepian. Sebaliknya, umat Hindu juga menghormati pelaksanaan malam takbiran dan salat Idulfitri yang menjadi bagian dari perayaan umat Islam.

“Kehidupan masyarakat NTB yang saling menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing agama ini merupakan kekuatan sosial yang harus terus kita jaga,” katanya.

Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal itu juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat desa hingga generasi muda untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif selama rangkaian perayaan berlangsung.

“Kita ingin menunjukkan kepada seluruh Indonesia bahwa masyarakat NTB hidup dalam kebersamaan, saling menghargai, dan saling menjaga satu sama lain. Tidak ada ajaran agama yang mengajarkan konflik karena perbedaan,” ujarnya.

Pemprov NTB juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta aparat keamanan dari Polri dan TNI guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan keagamaan berlangsung aman dan tertib.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat, Gubernur Miq Iqbal juga dijadwalkan menghadiri pelepasan pawai ogoh-ogoh umat Hindu di Kota Mataram.

Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol. Edi Murboyo juga mengajak masyarakat untuk saling memahami dan menjaga toleransi karena perayaan Nyepi dan Idulfitri berlangsung hampir bersamaan.

Kapolda berharap masyarakat yang merayakan malam takbiran dapat mengutamakan kegiatan di lingkungan masing-masing. Jika tetap menggelar pawai takbiran, masyarakat diminta menjaga ketertiban dan menghormati pengguna jalan lainnya.

“Pada saat pawai ogoh-ogoh berlangsung, keesokan harinya akan ada malam takbiran. Kami berharap masyarakat bisa melaksanakan kegiatan di tempat masing-masing, atau jika melakukan pawai keliling tetap menjaga ketertiban serta menghormati pengguna jalan yang lain,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pada saat Hari Raya Nyepi berlangsung, umat Islam sudah memasuki H-1 Idul Fitri sesuai kalender yang telah ditetapkan pemerintah.

Karena itu, pihak kepolisian telah melakukan komunikasi dan sosialisasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB serta para tokoh agama agar dapat menyampaikan pesan toleransi kepada umat masing-masing.

Kapoldaberharap para tokoh agama dapat berperan aktif mengedukasi masyarakat sehingga seluruh rangkaian perayaan keagamaan dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh penghormatan antarumat beragama.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.