KabarBaik, Tuban – Seorang oknum staf pegawai bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) yang juga disebut sebagai sopir pribadi Camat Parengan diduga melakukan aksi kekerasan dan penganiayaan terhadap empat karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Parengan, Kabupaten Tuban. Satu dari empat korban bahkan harus dilarikan ke Rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Peristiwa tersebut terjadi di SPBU yang berada di Jalan Cokrokusumo Parengan–Bojonegoro, tepatnya di Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, pada Sabtu malam (7/2). Berdasarkan keterangan saksi, pelaku berinisial J datang ke SPBU mengendarai mobil hitam bersama seorang penumpang yang juga disebut sebagai pegawai Kecamatan Parengan.
Saat itu, kendaraan pelaku hendak mengisi BBM jenis Pertamax dan berada di belakang sebuah sepeda motor matic yang sedang mengantre. Namun, posisi mobil pelaku disebut tidak berada pada jalur antrean yang semestinya. Operator SPBU bernama Ferdi saat itu sedang melakukan pengecekan stok BBM menggunakan deepstick manual, lalu melayani sepeda motor yang sudah lebih dulu mengantre.
Tanpa diduga, pelaku J turun dari mobil dan langsung menghampiri Ferdi. Korban mengaku rambutnya tiba-tiba dijambak berulang kali oleh pelaku. “Tanpa tahu sebabnya, rambut saya ditarik. Posisi saya sedang melayani sepeda motor matic yang sudah antre di depan kendaraan pelaku,” ujar Ferdi, Senin (9/2).
Aksi tersebut kemudian disaksikan mandor SPBU, Ali Nasroh, yang berusaha melerai dan menanyakan duduk perkara. Namun, pelaku justru memukul perut Ali Nasroh. “Kamu tidak tahu siapa aku,” ucap pelaku kepada mandor dengan bahasa Jawa, menurut keterangan saksi.
Peristiwa itu memancing perhatian operator lain, Prasojo, yang datang untuk melerai. Namun, ia juga menjadi korban pemukulan. Pelaku memukul wajah Prasojo hingga terjatuh, lalu kembali memukul bagian hidungnya hingga mengalami pendarahan. “Pelaku juga menginjak kaki Pak Prasojo. Akhirnya korban harus mendapatkan perawatan di rumah sakit,” kata mandor lain, Agus.
Tidak berhenti di situ, seorang tukang kebun SPBU bernama Riswadi yang melihat kejadian tersebut juga berusaha melerai. Namun, sebelum sempat berbicara, ia justru dipukul oleh pelaku hingga mengenai pipi kiri dan menyebabkan pembengkakan. Aksi tersebut terekam kamera CCTV SPBU.
Setelah melampiaskan aksinya, pelaku kemudian masuk kembali ke dalam mobil bersama penumpangnya dan meninggalkan lokasi SPBU Parengan. Atas kejadian itu, para korban melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polsek Parengan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Sementara itu, Camat Parengan, Darmadin Noor, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut pihaknya akan mengupayakan penyelesaian secara kekeluargaan. “Saya baru dikabari kemarin. Kejadian di pom kemaron sudah saya konfirmasi ke yang bersangkutan dan akan diselesaikan secara kekeluargaan,” terangnya.
Sementara itu, Kapolsek Parengan, Iptu Ramelan, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. Menurutnya, peristiwa terjadi pada Sabtu malam dan kini pihak kepolisian sedang melakukan pendalaman dengan memanggil para saksi. “Hari ini sudah ada pemanggilan terhadap para pelapor untuk dimintai keterangan,” ujar Iptu Ramelan. (*)






