Omzet Pedagang Menurun, DPRD Kota Blitar Minta Pasar Dikelola Lebih Kreatif

oleh -115 Dilihat
Pasar Legi Kota Blitar tampak sepi pembeli. (Calvin BT)
Pasar Legi Kota Blitar tampak sepi pembeli. (Calvin BT)

KabarBaik.co, Blitar – Kondisi pasar tradisional di Kota Blitar menjadi sorotan DPRD Kota Blitar. Sejumlah pedagang disebut mulai mengeluhkan penurunan omzet dalam beberapa waktu terakhir, terutama di Pasar Legi.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Blitar Nuhan Eko Wahyudi, mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

“Kami melihat pasar-pasar di Kota Blitar mengalami penurunan omzet. Banyak pedagang yang mengeluhkan dagangannya semakin sepi,” ujarnya, Selasa (5/5).

Menurutnya, pasar tradisional tidak bisa lagi hanya berjalan secara biasa tanpa inovasi. Pemerintah diminta mulai memikirkan langkah baru agar pasar tetap menarik bagi masyarakat.

“Terutama Pasar Legi, kami meminta Disperindag bisa menghadirkan inovasi agar pasar lebih hidup,” katanya.

Ia menilai, pasar tradisional di Kota Blitar sebenarnya memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik dan memiliki konsep yang jelas. Bahkan, pasar bisa memiliki segmen tersendiri yang menjadi daya tarik masyarakat.

“Kalau pasar-pasar di Kota Blitar dikelola dengan baik, itu bisa menjadi segmen sendiri dan mampu meningkatkan aktivitas perdagangan,” jelasnya.

Nuhan berharap ada upaya nyata dari pemerintah untuk membangkitkan kembali pasar tradisional di tengah persaingan pola belanja modern dan perubahan kebiasaan masyarakat.

“Pasar tradisional ini harus dijaga. Jangan sampai semakin ditinggalkan karena tidak ada pembenahan,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.