KabarBaik.co– Fase operasional layanan haji 1446 H/2025 M telah resmi berakhir pada Jumat dini hari (11/7) Waktu Arab Saudi (WAS), ditandai dengan kepulangan rombongan jemaah haji kloter 28 Debarkasi Kertajati (KJT-28) dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah. Dengan rampungnya kloter terakhir ini, seluruh proses pemulangan jemaah haji Indonesia yang terbagi dalam dua gelombang telah selesai.
Ketua PPIH Arab Saudi, Muchlis M. Hanafi, menjelaskan bahwa fase gelombang I pemulangan jemaah haji berlangsung pada 11–25 Juni melalui Jeddah, sementara gelombang II dilaksanakan pada 26 Juni–11 Juli melalui Madinah. Meskipun demikian, sebanyak 40 jemaah haji Indonesia masih berada di Arab Saudi untuk menjalani perawatan medis, dengan rincian 11 orang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 29 lainnya di RS Arab Saudi.
“Keluarga tidak perlu khawatir. Setelah masa operasional haji selesai, pendampingan terhadap jemaah yang dirawat akan dilanjutkan oleh Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah,” tegas Muchlis, memastikan jemaah yang sakit tetap mendapatkan perhatian penuh.
Angka Kematian Menurun Secara Kuantitatif, Namun Persentase Naik
Hingga akhir layanan, tercatat total 446 jemaah haji Indonesia wafat, terdiri dari 434 jemaah haji reguler dan 12 jemaah haji khusus. Meskipun secara kuantitatif angka jemaah wafat ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2024, namun secara persentase justru sedikit meningkat menjadi 0,020 persen dari 0,019 persen tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kuota haji, di mana tahun ini kuota sebesar 221.000 jemaah, sedangkan tahun sebelumnya 241.000 jemaah dengan angka kematian 461 jemaah.
PPIH menyampaikan doa dan penghormatan setinggi-tingginya bagi para jemaah yang wafat di Tanah Suci. “Semoga seluruh amal ibadah mereka diterima dan mereka mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” sambung Muchlis.
Di sisi lain, pengumuman resmi kuota haji 2026 dari Arab Saudi yang semula dijadwalkan pada 11 Juli, masih belum dirilis. Berbagai negara pengirim jemaah, termasuk Indonesia, menantikan kepastian ini. Meski ada kabar yang beredar bahwa kuota haji Indonesia tahun depan diperkirakan tetap di angka 221.000 jemaah, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Arab Saudi.
Sementara itu, Juru Bicara Presiden RI sekaligus Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa penyelenggaraan haji dan umrah ke depannya akan sepenuhnya diurus oleh Badan Penyelenggara (BP) Haji. Pemerintah juga tengah menanti pembahasan RUU Haji di DPR untuk mendapatkan regulasi yang komprehensif.
“Desain dibentuknya Badan Penyelenggara Haji itu memang kita memiliki rencana untuk penyelenggaraan haji itu dilakukan atau dikerjakan oleh Badan (Penyelenggara) Haji. Namun demikian, sekarang juga paralel sedang ada pembahasan usul inisiatif DPR mengenai RUU Haji. Nanti kita lihat perkembangannya,” jelas Prasetyo.
Pemerintah juga akan mengevaluasi penyelenggaraan haji pada tahun-tahun sebelumnya sebagai bahan perbaikan. “Kita berharap ini bagian dari suatu proses yang komprehensif. Kita berharap penyelenggaraan haji tahun depan akan jauh lebih baik dari yang sebelum-sebelumnya,” pungkas Prasetyo. (*)