Pasien Asal Tuban Diduga Jadi Korban Malpraktik di RSUD Bojonegoro

oleh -65 Dilihat
IMG 20250910 WA0020 1

KabarBaik.co – Seorang pasien asal Kabupaten Tuban diduga menjadi korban malpraktik saat menjalani perawatan medis di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Pasien bernama Duwi Pertiwi (24), warga Desa Wanglu Wetan, Kecamatan Senori, Tuban, itu menjalani operasi tulang punggung pada 12 Agustus 2025.

Bukannya sembuh, Duwi justru mengalami luka serius di kaki kirinya hingga harus mendapat lebih dari 30 jahitan. Perwakilan keluarga pasien, Yudi, mengaku heran karena luka besar justru muncul di lutut kaki Duwi pascaoperasi.

“Awalnya pihak rumah sakit tidak memberi penjelasan yang jelas. Kami bingung, penyakit yang dioperasi di bagian punggung, tapi setelah operasi malah ada luka besar di kaki kiri,” ujarnya, Rabu (10/9).

Setelah didesak, pihak RSUD Bojonegoro baru menjelaskan bahwa luka itu terjadi akibat gangguan pada alat medis ground cutter yang mengalami korsleting saat operasi. Gangguan tersebut menyebabkan luka bakar serius di kaki pasien.

Yudi menilai rumah sakit tidak transparan karena keluarga baru mendapat penjelasan detail setelah 19 hari. “Selama itu kami sudah berkali-kali minta kejelasan, tapi tidak ditanggapi. Baru 31 Agustus ada penjelasan,” tegasnya.

Menurut Yudi, keluarga menuntut pihak rumah sakit bertanggung jawab penuh hingga pasien sembuh dan mengganti seluruh kerugian. Bila tidak ada iktikad baik, keluarga siap membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Kami berharap ada tanggung jawab dari pihak rumah sakit. Kalau tidak, kami akan menempuh upaya hukum terkait dugaan malpraktik ini,” kata Yudi.

Sementara itu, Duwi mengaku terkejut dengan kondisinya. Saat operasi, ia dibius total sehingga tidak menyadari ada luka di kakinya. “Setelah selesai, terasa ada yang beda di kaki. Pas saya buka ternyata diperban. Katanya luka bakar, jadi harus dijahit,” ungkapnya.

Pascaoperasi, rasa sakit akibat luka bakar itu semakin parah. “Setelah efek bius hilang, sakitnya luar biasa. Sampai di rumah harus dikipasi terus karena panas dan perih,” tutur Duwi.

Kini, untuk beraktivitas sehari-hari, Duwi harus menggunakan alat bantu berjalan. Ia berharap segera pulih dan kasus serupa tidak menimpa pasien lain. “Harapannya bisa cepat sehat, dan rumah sakit bisa memperbaiki pelayanannya,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan sejumlah jurnalis kepada Humas rumah sakit belum mendapat respons. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.