KabarBaik.co – Bupati Jember Muhammad Fawait telah mencabut kebijakan work from home (WFH) untuk ASN dan pembelajaran daring untuk siswa.
Gus Fawait mengatakan, kebijakan tersebut diambil setelah kondisi pasokan bahan bakar minyak (BBM) di daerah tersebut dinyatakan stabil.
“Yang selama ini WFH dan siswa-siswa di Jember melakukan pembelajaran secara daring, maka mulai hari Senin kami kembalikan pembelajaran tetap di sekolah-sekolah dan masuk kantor seperti sedia kala,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Fawait mengambil langkah WFH dan sekolah daring sebagai respons atas kelangkaan BBM yang menyebabkan antrean panjang di SPBU dan terganggunya mobilitas masyarakat.
Gus Fawait menyampaikan, penanganan kelangkaan BBM di Jember berlangsung cukup cepat.
“Hanya dalam empat hari, kondisi kembali normal berkat koordinasi lintas instansi bersama Pertamina, TNI-Polri, OPD, serta pihak SPBU,” jelasnya.
“Alhamdulillah, hari ini Jember menjadi kabupaten dengan penanganan krisis BBM tercepat,” imbuhnya.
Meski begitu, lanjut Gus Fawait, pihaknya tetap mengantisipasi kemungkinan gangguan distribusi BBM ke depan, mengingat perbaikan jalur Gumitir masih berlangsung.
“Saya tekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah untuk menjaga pasokan tetap aman,” katanya.
Sementara, Sales Branch Marketing Pertamina Jember, Hendra Saputra, juga mengonfirmasi bahwa distribusi BBM kini sudah berjalan normal. Ia menyebut pihaknya terus menambah suplai sejak awal krisis untuk mengejar ketertinggalan distribusi yang sempat terganggu.
“Kondisi saat ini sudah kembali normal. Kami dari Pertamina menambah suplai hingga dua kali lipat dari distribusi biasanya. Dari 700 kiloliter per hari menjadi 1.400 kiloliter,” ucap Hendra. (*)






