Pastikan Hewan Kurban Sehat, Dispertapa Banyuwangi Cek Kesehatan ke Lapak-lapak

oleh -45 Dilihat
kurban bwi
Petugas mengecek kondisi hewan di salah satu pedagang ternak dadakan di Kecamatan Giri, Banyuwangi.

KabarBaik.co – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Banyuwangi melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban di sejumlah lapak pedagang dadakan di pinggir jalan, Selasa (11/5).

Ketika hewan kurban dipastikan sehat, dinas bakal memberi Sertifikat Veteriner kepada pedagang.

Sertifikat itu diberikan jadi jaminan bahwa ternak yang dijual dipastikan sehat. Sehingga, para pembeli tak perlu khawatir soal kondisi hewan kurban yang hendak dibeli.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Banyuwangi drh Nanang Sugiharto menjelaskan, pengecekan kesehatan hewan di pasar dadakan dilakukan oleh beberapa tim petugas veteriner Dinas Pertanian dan Pangan.

Di wilayah Kecamatan Banyuwangi dan sekitarnya, dinas menerjunkan dua tim yang bergerak menyusuri puluhan pedagang ternak dadakan. Saat memeriksa hewan kurban, tim turut membawa beberapa alat yang dipakai untuk mengecek kondisi ternak tersebut.

Selain di pusat kota, petugas kesehatan hewan di tiap kecamatan juga melakukan hal yang sama di wilayah masing-masing. Pengecekan ini akan digencarkan selama dua hari hingga Rabu (12/6).

“Ini kami melaksanakan pemeriksaan hewan kurban sebelum dijual. Jadi sebelum dibeli oleh masayrakat, kami pastikan dulu bahwa ternaknya dalam keadaan sehat dan memenuhi syariat Islam,” kata Nanang.

Ada tiga hal utama yang diperiksa dari hewan yang dijual para pedagang. Pertama, petugas kesehatan hewan mengecek kondisi kesehatan ternak secara umum. Pemeriksaan itu untuk mengetahui apakah hewan yang dijual dalam kondisi sehat atau sakit.

Kedua, pemeriksaan meliputi kondisi fisik ternak. Petugas memastikan bahwa hewan kurban yang dijual tidak dalam kondisi cacat. Terakhir, petugas juga memeriksa kecukupan usia ternak melalui kondisi giginya.

“Untuk kambing, kami memeriksa apakah giginya sudah poel atau belum. Karena kalau belum poel, belum boleh dijadikan hewan kurban,” tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Nanang melanjutkan, mayoritas hewan ternak yang dijual di pinggir jalan memenuhi syarat untuk dikurbankan. Meski demikian, petugas juga menemukan satu kasus kambing dalam kondisi sakit.

“Kalau ada yang sakit, kami obati dan kami minta agar hewan tersebut disingkirkan dan tidak dijual terlebih dulu. Baru nanti kalau sudah sehat, boleh dijual kembali,” imbuhnya.

Pemeriksaan hewan ternak bakal digencarkan mendekati hari Idul Adha. Saat hewan-hewan tersebut telah dibawa ke tempat penyembelihan, dinas akan menerjunkan tim kesehatan hewan untuk memeriksa sebelum (antemortem) dan sesudah (postmortem) penyembelihan.

“Nanti, tim yang akan terjun ke lapangan berasal dari petugas Dinas Pertainan dan Pangan, anggota Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), dan mahasiswa fakultas kedokteran hewan Unair Banyuwangi,” tambah Nanang.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.