KabarBaik.co, Banyuwangi – Penyaluran pupuk subsidi di Kabupaten Banyuwangi pada triwulan pertama 2026 mencapai 30 persen dari total alokasi tahunan. Hingga 31 Maret 2026, pupuk Urea tersalurkan 14.257,4 ton dari alokasi 47.401 ton atau 30,08 persen.
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, pupuk NPK mencatat serapan tertinggi yakni 15.333,4 ton dari alokasi 42.035 ton atau 36,48 persen. Sementara pupuk organik baru terserap 100,9 ton dari alokasi 652 ton atau 15,48 persen, dan ZA 1,9 ton dari alokasi 7 ton atau 27,14 persen.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Danang Hartanto mengatakan capaian tersebut masih dalam kategori baik karena penyaluran pupuk subsidi dilakukan bertahap selama setahun.
“Serapan ini masih tergolong baik, karena dalam satu tahun penyaluran pupuk subsidi terbagi dalam tiga tahap. Jadi pada triwulan pertama ini memang belum maksimal,” kata Danang, Kamis (9/4).
Ia memastikan stok pupuk subsidi di Banyuwangi dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan petani. Distribusi juga terus dipantau agar berjalan tepat sasaran serta tidak terjadi penimbunan.
“Kami pastikan stok pupuk di Banyuwangi aman. Petani tidak perlu khawatir,” tegasnya.






