KabarBaik.co, Mataram – Insiden kesalahpahaman antarpemuda di Kota Mataram berujung aksi pengeroyokan yang memicu ketegangan antarwarga. Peristiwa tersebut terjadi di perbatasan Kelurahan Pagutan Presak Timur dan Kelurahan Pagutan Petemon pada Minggu (22/3) malam.
Berdasarkan laporan awal aparat, kejadian bermula sekitar pukul 17.50 WITA di Jalan Bung Karno. Saat itu, pasangan suami istri (pasutri) asal Kelurahan Petemon yang baru pulang dari Suranadi diduga dipepet oleh dua pengendara motor yang merupakan pemuda dari wilayah Pagutan Presak.
Korban, yang diketahui bernama Dedi, kemudian menghentikan kendaraannya untuk menanyakan maksud dari tindakan tersebut. Namun, interaksi tersebut berujung cekcok hingga terjadi pemukulan menggunakan helm oleh korban terhadap salah satu pemuda.
Situasi kemudian memanas. Tiga pemuda dari Pagutan Presak diduga menunggu korban dan melakukan aksi pengeroyokan terhadap Dedi.
Sekitar pukul 19.30 WITA, anggota Polsek Mataram mengamankan lima orang terduga pelaku pengeroyokan guna mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
Upaya mediasi awal dilakukan sekitar pukul 20.00 WITA dengan menghadirkan tokoh agama dan tokoh masyarakat dari kedua wilayah. Namun, mediasi tersebut belum membuahkan hasil dan situasi di Mapolsek Mataram sempat memanas. Massa dari kedua belah pihak berkumpul dan terjadi ketegangan yang cukup tinggi.
Kondisi bahkan dilaporkan masih mencekam hingga menjelang tengah malam, dengan aparat kepolisian bersiaga penuh untuk mengantisipasi potensi bentrokan susulan.
Untuk meredam situasi, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, turun langsung melakukan mediasi antara kedua belah pihak. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil, di mana ketegangan perlahan mereda dan situasi mulai kembali kondusif.
Setelah proses mediasi, massa dari kedua pihak berangsur membubarkan diri dan kondisi keamanan di sekitar Mapolsek Mataram kembali normal.
Pemerintah Kota Mataram bersama aparat keamanan tetap mengimbau masyarakat untuk menahan diri serta mempercayakan penyelesaian kasus kepada pihak berwenang guna menjaga situasi kembali kondusif.(*)






