KabarBaik.co – Pedagang daging sapi di pasar tradisional Pandaan, Kabupaten Pasuruan, masih merasakan dampak dari merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi dan kambing beberapa waktu lalu.
Para pedagang mengaku kesulitan untuk mendapatkan sapi potong di wilayah Kabupaten Pasuruan. Akibatnya, mereka harus rela mengeluarkan biaya lebih besar untuk mendapatkan sapi potong yang berasal dari luar wilayah.
Ketua paguyuban pedagang daging, Muhammad Habibi mengungkapkan, hingga saat ini dirinya harus ke Probolinggo dan Malang untuk mendapatkan sapi potong. “Saya harus keluar wilayah agar dapat sapi potong. Kalau tidak besok tidak jualan dan rugi tambah besar,” kata Om Bibi, sapaan akrabnya.
Meski begitu, dia tetap menjual daging sesuai harga pasaran. Untuk daging premium sebesar Rp 120 ribu per kilogram. Dia terpaksa menjual dengan harga segitu meski tidak mendapat untung besar.
Hal senada juga diucapkan Topan, salah satu pedagang lainnya. Dia terpaksa mengambil untung tipis agar pembeli langganannya tidak pindah ke penjual lain. “Setiap hari pokok jualan saja biar terlihat kerja meskipun tidak dapat untung, soalnya harga sapi semakin mahal,” ujarnya.
Topan berharap kepada pemerintah untuk memberikan suntikan modal atau bantuan sapi indukan agar para peternak yang terdampak PMK tahun lalu bisa kembali berternak. Dengan begitu, kebutuhan sapi potong bisa kembali terpenuhi.
“Pemerintah harus hadir pasca PMK, peternak sudah rugi puluhan juta dari sapi-sapinya yang mati, dan tidak ada modal untuk beternak kembali,” tutupnya. (*)







