KabarBaik.co – Tingginya harga sapi potong dan ketersediaan pasokan yang semakin sulit berdampak pada para jagal dan pedagang di pasar tradisional Kabupaten dan Kota Pasuruan. Setiap hari pedagang dan para jagal harus kerja keras tanpa hasil.
Karena itu, dengan kesepakatan bersama para jagal dan paguyuban pedagang daging di pasar tradisional di Pasuruan menaikkan harga Rp 5.000 per kilogram daging sapi.
Harga daging sapi yang biasa dijual dengan harga Rp 110 ribu menjadi Rp 115 ribu per kilogram. Sedangkan daging premium yang sebelumnya Rp 115 ribu kini menjadi Rp 120 per kilogramnya.
Habibi, ketua paguyuban menyampaikan, kenaikan harga ini dipicu semakin mahalnya sapi potong di pasar hewan. Selain itu, saat ini para jagal maupun pedagang kesulitan mencari sapi, bahkan hingga ke luar kota.
“Harga sapi potong terus naik mau tidak mau kita juga harus ikut naik jualannya, soalnya satu ekor sapi kerugian hingga Rp 2 juta jika dijual dengan harga lama,” kata Habibi di sela berjualan, Senin (17/11).
Dia bersama para pedagang dan jagal berharap pemerintah terkait bisa mendengar apa yang selama ini dirasakan para pedagang. Berharap ada program terobosan untuk menyediakan sapi potong bagi para pedagang.
“Seharusnya pasca PMK yang membuat peternak rugi besar harus cepat ada penanganan, akhirnya saat ini tidak ada sapi yang harus dipotong,” terangnya.
Habibi menyebut program yang dicanangkan hanya slogan saja. Pencanangan swasembada pangan bisa dibilang hanya isapan jempol saja. Pedagang tetap kesulitan mendapatkan sapi potong. “Semoga program pemerintah pusat bisa terealisasikan dengan swasembada pangan,m,” pungkasnya. (*)






