Kabarbaik.co – Sekitar 100 pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Kota Bojonegoro mendatangi Pemkab Bojonegoro untuk mengikuti rembug bersama terkait rencana revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro. Pertemuan tersebut digelar di Ruang Angling Dharma.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (DisdagkopUM) Bojonegoro Retno Wulandari menyampaikan bahwa Pemkab Bojonegoro telah siap melaksanakan revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro. Dari sisi teknis konstruksi, proyek tersebut akan ditangani oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro. Rencananya pengerjaan pasar yang puluhan tahun berdiri tersebut akan dimulai dikerjakan pada 2026 ini dan akan berakhir di tahun 2027.
Sementara itu, DisdagkopUM akan bertugas mengoordinasikan para pedagang, terutama terkait pengelolaan pasar selama proses revitalisasi berlangsung. Salah satu langkah yang disiapkan adalah relokasi sementara pedagang agar aktivitas jual beli tetap berjalan.
“Ada dua lokasi yang kami siapkan, yakni Pasar Wisata dan Pasar Banjarejo,” ujar Retno.
Retno memastikan kedua lokasi tersebut mampu menampung seluruh pedagang Pasar Kota Bojonegoro. “Kami sudah menghitung ketersediaan lapak dan dipastikan mencukupi,” tegasnya.
Sementara itu wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah memastikan revitalisasi akan melibatkan partisipasi pedagang, termasuk dalam pembahasan desain pasar. Saat ini, desain masih dimatangkan oleh DPKPCK Bojonegoro. Pasar Kota Bojonegoro direncanakan memiliki tiga lantai dengan konsep estetik dan multifungsi.
“Desainnya masih bisa diutak-atik. Nanti akan kita rembugkan lagi,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa ke depan Pasar Kota Bojonegoro akan terintegrasi dengan Alun-Alun Bojonegoro dan Taman Bengawan Solo (TBS), sehingga menjadi pusat ekonomi sekaligus ruang hiburan masyarakat.
“Pasar, taman, dan bengawan akan menjadi satu kesatuan,” imbuhnya.
Sementara itu, Legal Paguyuban Pedagang Pasar Kota Bojonegoro, Agus Rismanto, menyampaikan apresiasi atas rencana revitalisasi tersebut. Menurutnya, revitalisasi pasar merupakan perjuangan panjang para pedagang.
“Ini yang kami perjuangkan sejak awal. Dipindah no, dibangun yes. Terima kasih Pemkab Bojonegoro,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ris.
Terkait desain pasar, Gus Ris menyatakan pedagang siap mengikuti ketentuan Pemkab, termasuk sistem sewa pasca revitalisasi, mengingat Pasar Kota Bojonegoro merupakan aset milik pemerintah daerah.
Namun demikian, paguyuban menyampaikan keberatan atas rencana lokasi relokasi. Pihaknya mengusulkan agar relokasi sementara dilakukan di Gedung Serbaguna yang dinilai lebih dekat dengan lokasi pasar.b“Gedung Serbaguna paling cocok. Kami sudah survei dan menghitung kapasitasnya,” tegasnya.
Selain itu, paguyuban juga mengusulkan agar pelaksanaan revitalisasi dimulai setelah Lebaran 2026 agar tidak mengganggu momentum perputaran ekonomi pasar.
Menanggapi usulan tersebut, Wakil Bupati Nurul Azizah menyatakan pihaknya akan mempertimbangkan masukan pedagang, baik terkait lokasi relokasi maupun waktu pelaksanaan revitalisasi.
“Insyaallah nanti akan kita rembugkan kembali untuk mencari solusi terbaik,” pungkasnya. (*)







