KabarBaik.co – Banjir yang meluas di sejumlah titik lintasan kereta api di wilayah utara Jawa berdampak terhadap perjalanan keteta api jarak jauh, termasuk kereta dengan tujuan Blitar.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat keterlambatan terjadi hingga belasan jam, bahkan berujung pembatalan perjalanan.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari, mengatakan peningkatan titik banjir terjadi sejak Sabtu malam hingga Minggu (18/1) dini hari, terutama di Pekalongan yang masuk wilayah kerja Daop 4 Semarang dan juga di wilayah Daop 1 Jakarta.
Kondisi tersebut memaksa KAI melakukan sejumlah langkah pengamanan demi keselamatan perjalanan.
“Keselamatan perjalanan kereta api dan pelanggan menjadi prioritas utama. Dengan bertambahnya titik banjir dan tingginya potensi keterlambatan, KAI melakukan rekayasa pola operasi, termasuk pembatasan kecepatan, pengalihan rute, hingga pembatalan perjalanan,” ujar Tohari, Minggu (18/1)
Dampak dari banjir tersebut dirasakan penumpang tujuan Blitar adalah keterlambatan Kereta Api Brantas relasi Pasarsenen-Blitar. Berdasarkan data Minggu pagi pukul 06.00 WIB, KA Brantas mengalami keterlambatan hingga 678 menit atau lebih dari 11 jam. Kereta tersebut diperkirakan baru tiba di Stasiun Blitar pada pukul 14.33 WIB.
Selain keterlambatan, KAI juga membatalkan sejumlah perjalanan kereta api yang berkaitan langsung dengan Blitar. Di antaranya KA Brantas relasi mblitar-Pasarsenen dan Pasarsenen-Blitar, serta KA Matarmaja relasi Malang-Pasarsaen dan sebaliknya.
Pembatalan dilakukan karena tingkat kelambatan dinilai sangat tinggi dan berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan.(*)








