Pelajar SMA di Jombang Ini Sukses Bisnis Pisang Goreng Kekinian, Omzet Rp 2 Juta/Hari

oleh -150 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 10 at 9.27.53 AM
Diana sedang menata pisang goreng nasional yang dikemas dalam besek bambu (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co – Kreativitas dan kejelian melihat peluang usaha ditunjukkan oleh Diana Putri Sari, 17, seorang pelajar SMA asal Jombang.

Berbekal tanaman pisang yang tumbuh subur di belakang rumah, Diana berhasil mengembangkan usaha kuliner bertajuk Pisang Goreng Nasional, yang kini ramai diburu warga.

Usaha tersebut berlokasi di Komplek Pertokoan Stadion Merdeka, Jalan Hayam Wuruk, Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang.

Mengusung konsep modern tanpa meninggalkan nuansa tradisional, Pisang Goreng Nasional dikemas menggunakan besek bambu premium yang ramah lingkungan dan cocok dijadikan oleh-oleh.

Diana menuturkan, ide usaha ini muncul sekitar satu tahun lalu, tepatnya pada 2025. Ia melihat potensi besar dari banyaknya pohon pisang di belakang rumah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Daripada pisangnya tidak dimanfaatkan, saya kepikiran untuk mengolahnya jadi makanan yang bisa menghasilkan,” ujar Diana, Minggu (11/1).

Meski masih duduk di bangku kelas I SMA, Diana mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam membagi waktu antara sekolah dan berwirausaha. Setelah pulang sekolah, waktu luangnya ia manfaatkan untuk mengelola usaha.

“Pulang sekolah masih ada waktu luang. Daripada tidak melakukan apa-apa, lebih baik digunakan untuk usaha,” katanya.

Pisang Goreng Nasional menawarkan beragam varian topping kekinian dengan harga terjangkau. Mulai dari varian original seharga Rp 14.000, gula palm Rp 16.000, cokelat dan tiramisu Rp 18.000, keju Rp 20.000, hingga varian kombinasi seperti tiramisu cheese dan choco cheese seharga Rp 22.000. Dari seluruh menu, gula palm dan choco cheese menjadi favorit pelanggan.

Bahan utama yang digunakan adalah pisang gepok. Dalam sehari, kebutuhan bahan baku mencapai 4 hingga 6 tandon pisang. Penjualan rata-rata mencapai sekitar 150 porsi per hari, dengan omzet kurang lebih Rp 2 juta per hari.

Selain melayani pembeli yang datang langsung ke gerai, Pisang Goreng Nasional juga tersedia melalui layanan pesan antar daring seperti GoFood dan ShopeeFood. Hingga kini, usaha tersebut masih memiliki satu cabang.

Proses pembuatannya pun dilakukan secara teliti. Pisang dikupas, dicelupkan ke dalam adonan, lalu digoreng dua kali hingga mencapai tingkat kematangan yang diinginkan. Setelah itu, pisang disusun rapi dalam besek bambu dan diberi topping dua lapis, di bagian tengah dan atas.

Ke depan, Diana berharap usahanya dapat terus berkembang dan membuka cabang di lokasi lain. Kisah Diana menjadi bukti bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk berkarya dan mandiri secara ekonomi, selama ada kemauan dan kreativitas dalam melihat peluang.

Salah satu pelanggan, Nur Hamid, 56, mengaku kerap membeli pisang goreng di tempat tersebut.

“Rasanya mantap, nikmat, maknyus, kremes-kremes. Cocok buat camilan sekaligus oleh-oleh,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi penggunaan besek bambu sebagai wadah.

“Wadahnya tradisional, dari besek bambu, terlihat bagus dan lebih sehat.” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.