KabarBaik.co – Lapangan sepak bola Madyopuro mengalami kerusakan parah usai digunakan untuk kegiatan budaya bantengan. Kerusakan ini memicu kekecewaan mendalam dari jajaran pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) Porma, yang selama ini menjadikan lapangan tersebut sebagai pusat latihan utama bagi anak-anak binaannya.
Pelatih SSB Porma, Wahyu Kurniawan, menyampaikan kekecewaannya atas kondisi lapangan yang dinilai tidak layak digunakan pasca kegiatan tersebut.
“Kami jajaran pelatih sangat kecewa dan prihatin atas kondisi lapangan Madyopuro,” ujar Wahyu saat dihubungi, pada Selasa (20/5).
“Lapangan yang seharusnya menjadi fasilitas utama bagi pembinaan sepak bola usia dini kini tidak bisa digunakan,” tambahnya.
Menurut Wahyu, kerusakan ini berdampak langsung terhadap program latihan, terutama dalam persiapan menghadapi turnamen Piala Soeratin yang akan segera digelar.
“Kondisi ini sangat menghambat program latihan SSB Porma, terutama dalam mempersiapkan diri menghadapi gelaran Piala Soeratin. Hari ini juga seharusnya jadwal latihan rutin hari Selasa,” ungkapnya.
Untuk itu, Wahyu berharap pihak terkait segera mencarikan solusi, termasuk alternatif lokasi latihan sementara agar kegiatan pembinaan tidak terhenti.
“Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai tanggung jawab penyelenggara kegiatan serta mekanisme pengawasan terhadap penggunaan fasilitas umum seperti lapangan olahraga. Banyak pihak menilai perlunya regulasi yang lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” ujarnya.
Masyarakat juga berharap lapangan Madyopuro segera diperbaiki dan bisa kembali digunakan untuk mendukung aktivitas olahraga, khususnya pembinaan sepak bola usia dini di wilayah tersebut.
“Kami hanya ingin anak-anak bisa kembali berlatih dengan baik dan membawa nama baik Madyopuro di Piala Soeratin nanti,” tegas Wahyu.(*)