KabarBaik.co – Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap pertama di Sidoarjo masih menyisakan sejumlah calon jemaah yang belum memenuhi syarat istithaah. Hingga per 23 Desember kemarin, proses pelunasan belum sepenuhnya tuntas karena beberapa jemaah masih terkendala persyaratan.
Plt. Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Sidoarjo, Imam Mukhozali, menyampaikan bahwa pada hari terakhir pelunasan cukup banyak jemaah yang belum memenuhi syarat istithaah.
“Per 23 Desember kemarin untuk pelunasan ada beberapa yang belum istithaah, di hari terakhir juga banyak pengajuan penggabungan dan pelimpahan,” ujar Imam.
Ia menegaskan jemaah yang belum menyelesaikan pelunasan tahap pertama masih memiliki kesempatan pada tahap berikutnya.
“Yang belum lunas tahap satu masih ada kesempatan pelunasan tahap dua pada tanggal 2 sampai 9 Januari 2026,” imbuhnya.
Imam menjelaskan, belum terpenuhinya status istithaah sebagian jemaah disebabkan faktor kesehatan.
“Yang tidak istithaah karena faktor kesehatan dan harus menjalani perawatan beberapa hari,” jelasnya.
Lebih lanjut, Imam mengungkapkan bahwa masih ada jemaah yang perlu evaluasi medis lanjutan.
“Hari Senin kemarin, data dari Dinas Kesehatan ada 27 jemaah yang harus evaluasi pengobatan,” terang Imam Mukhozali.
Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah Kantor Wilayah Provinsi Jawa Timur, untuk Kabupaten Sidoarjo tercatat sebanyak 3.052 jemaah Berhak Lunas
Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah Kantor Wilayah Provinsi Jawa Timur, jumlah jemaah haji Kabupaten Sidoarjo yang berhak lunas tercatat sebanyak 3.052 orang.
Dari jumlah tersebut, 2.282 jemaah telah dinyatakan istithaah, dengan rincian 2.246 jemaah sudah melunasi, sementara 806 jemaah lainnya masih belum melakukan pelunasan.
Kemenag Sidoarjo mengimbau calon jemaah memanfaatkan pelunasan tahap kedua agar proses keberangkatan haji berjalan lancar. (*)







