Pemanasan Asian Games 2026, Timnas Voli Putra Indonesia Bungkam Kamboja 3-0

oleh -182 Dilihat
INDONESIA KAMBOJA
Skuad timnas voli putra Indonesia (MojiSport)

KabarBaik.co, Jakarta — Timnas voli putra Indonesia kembali menunjukkan dominasinya atas Kamboja. Dalam laga persahabatan (friendly match) pertama di National Olympic Stadium, Phnom Penh, Rabu (20/8) malam, skuad Merah Putih menang meyakinkan 3-0 dengan skor 25-18, 28-26, 25-19.

Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia dalam mematangkan persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Belakangan Kamboja bukan lagi lawan yang bisa dipandang sebelah mata setelah secara mengejutkan sempat menundukkan Indonesia 3-2 pada final leg pertama SEA V Cup 2026 di Filipina, Juli lalu.

Kali ini, pada laga uji coba itu Indonesia tampil lebih solid. Anak asuh Reidel Toiran langsung mengambil kendali sejak set pertama dan mampu menjaga keunggulan hingga menang 25-18. Kamboja memberikan perlawanan lebih sengit pada set kedua. Kejar-mengejar poin terjadi hingga kedudukan melewati angka 25. Namun, Indonesia mampu menjaga ketenangan pada momen krusial dan merebut set tersebut 28-26.

Momentum itu terus dijaga pada set ketiga. Kendati Reidel Toiran merotasi para pemainnya, Indonesia kembali menekan permainan Kamboja dan tidak memberikan kesempatan tuan rumah untuk mengembangkan permainan. Set ketiga pun ditutup dengan skor 25-19 sekaligus memastikan kemenangan 3-0. Hal ini menjadi indikator keadalaman skuad yang bisa jadi line upt utama maupun pelapis.

Hasil tersebut sekaligus menjadi sinyal positif. Terutama setelah performa Indonesia di SEA V Cup 2026 tampak belum konsisten. Pada leg pertama turnamen tersebut, Indonesia kalah 2-3 dari Kamboja di final. Sementara pada leg kedua di Jakarta, Indonesia harus puas di posisi ketiga setelah mengalahkan Kamboja 3-1 pada perebutan tempat ketiga.

Artinya, dalam rentang sekitar satu bulan, Indonesia sudah tiga kali menghadapi Kamboja dengan hasil yang beragam. Friendly match di Phnom Penh itupun menjadi kesempatan bagi tim kepelatihan untuk menguji respons pemain sekaligus mencari komposisi terbaik sebelum menghadapi persaingan yang jauh lebih berat di level Asia.

Dari Juara Turnamen Asia ke Tantangan Asian Games

Persiapan Indonesia menuju Asian Games 2026 memiliki fondasi yang cukup kuat. Pada Juni lalu, Indonesia mencetak sejarah dengan menjuarai AVC Men’s Volleyball Cup 2026 di Ahmedabad, India.

Di partai final, Indonesia mengalahkan Korea Selatan 3-0 (34-32, 25-16, 25-23). Kemenangan itu menjadi gelar pertama Indonesia sepanjang sejarah AVC Men’s Volleyball Cup. Boy Arnez Arabi juga tampil sebagai salah satu pemain kunci dengan mencetak 17 poin pada laga final.

Kesuksesan tersebut turut mendongkrak posisi Indonesia dalam peringkat dunia. Setelah menjadi juara AVC Cup, Indonesia naik ke peringkat 43 dunia. Posisi tersebut menegaskan bahwa Merah Putih tidak hanya menjadi kekuatan utama di Asia Tenggara, tetapi mulai mampu bersaing dengan negara-negara papan atas Asia.

Namun, hasil di SEA V Cup 2026 masih menunjukkan bahwa pekerjaan rumah masih cukup banyak. Kekalahan dari Kamboja dan Vietnam menjadi pengingat bahwa konsistensi harus diperbaiki sebelum Indonesia berhadapan dengan lawan dengan level permainan yang lebih tinggi.

Di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Indonesia tergabung di Pool B bersama Iran, Thailand, dan Kirgizstan. Sementara Pool A dihuni Jepang, Pakistan, Kazakhstan, dan Uzbekistan. Lalu, Pool C terdiri dari Qatar, India, Vietnam, dan Hong Kong; sedangkan Pool D dihuni Korea Selatan, China, Chinese Taipei, dan Filipina.

Dari keempat lawan di Pool B, Iran jelas menjadi ujian terberat. Iran merupakan salah satu kekuatan elite bola voli Asia dan berada jauh di atas Indonesia dalam hierarki peringkat dunia. Thailand juga bukan lawan asing bagi Garuda karena kedua tim kerap bertemu di berbagai kejuaraan regional maupun Asia.

Dengan demikian, friendly match melawan Kamboja memiliki arti lebih dari sekadar menjaga atmosfer pertandingan. Laga tersebut menjadi bagian dari upaya tim pelatih mempertajam sistem permainan sebelum menghadapi lawan dengan kualitas dan karakter berbeda di Asian Games.

Cabang bola voli putra Asian Games 2026 dijadwalkan mulai bergulir pada 27 September, sementara Asian Games Aichi-Nagoya secara keseluruhan berlangsung 19 September hingga 4 Oktober 2026.

Kedalaman Skuad Jadi Senjata Indonesia

Dari sisi materi pemain, Indonesia memiliki kedalaman yang cukup menjanjikan. PP PBVSI telah memanggil 18 pemain untuk persiapan Asian Games, yang kemudian akan disaring menjadi komposisi final sesuai kebutuhan turnamen.

Di posisi setter, Indonesia memiliki Alfin Daniel Pratama, Dio Zulfikri, dan Jasen Natanael Kilanta. Sektor ini memberikan pilihan yang cukup luas bagi Reidel Toiran untuk mengatur ritme permainan.

Kekuatan lain ada di posisi middle blocker. Hendra Kurniawan, Muhammad Malizi, Ahmad Gumilar, Putra Bagus Hidayatulloh, dan Tedi Oka Syahputra menjadi pilihan yang tersedia. Kombinasi pemain berpengalaman dan pemain yang diproyeksikan untuk regenerasi membuat sektor tengah relatif kompetitif.

Untuk outside hitter, pilihan Indonesia bahkan lebih melimpah. Farhan Halim, Luvi Febrian Nugraha, Sigit Ardian, Fahri Septian Putratama, Boy Arnez Arabi, dan Agil Anggara masuk dalam daftar.

Nama Boy Arnez, belakangan menjadi salah satu pemain yang menarik perhatian. Pemain berusia 22 tahun tersebut merupakan pencetak angka penting ketika Indonesia menjuarai AVC Cup 2026. Di turnamen itu, Boy bahkan menjadi top scorer Indonesia saat menghadapi India di semifinal dengan 26 poin dan kembali menjadi pencetak angka terbanyak Indonesia di final melawan Korea Selatan dengan 17 poin.

Menariknya, Reidel Toiran juga menyiapkan opsi baru dengan mencoba Boy sebagai opposite hitter. Langkah itu dilakukan karena Indonesia dinilai masih membutuhkan tambahan opsi di posisi tersebut. Eksperimen tersebut berpotensi memberikan fleksibilitas taktik bagi Indonesia di Asian Games.

Sementara itu, posisi opposite saat ini memiliki Rama Fazza Fauzan dan Fauzan Nibras, sedangkan sektor libero diperkuat Abhinaya Fahreza Rakha dan Raihan Rizky Attorif.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki alternatif di hampir setiap posisi. Tantangan Toiran berikutnya adalah menemukan kombinasi terbaik, bukan sekadar memilih pemain dengan nama terbesar.

Sebelumnya, Toiran menyebut akan memanggil sekitar 20-22 pemain untuk diseleksi dan kemudian dikerucutkan. Dia juga menegaskan bahwa pemain yang sudah tampil di AVC Cup dan SEA V-Cup tetap menjadi bagian dari kerangka tim, dengan tambahan pemain di posisi yang dianggap masih membutuhkan penguatan.

Karena itu, kemenangan 3-0 atas Kamboja di Phnom Penh bisa menjadi lebih dari sekadar catatan hasil pertandingan. Bagi Indonesia, kemenangan itu merupakan kesempatan untuk melihat kembali kekuatan setelah SEA V-Cup sekaligus menguji kedalaman skuad sebelum memasuki panggung Asian Games.

Selain pertandingan pada Rabu kemarin, laga persahabatan Indonesia melawan Kamboja juga akan kembali digelar untuk kedua kalinya pada Selasa (25/8), live streaming di Moji TV atau aplikasi Vidio.

Jika mampu menjaga performa seperti ketika menjuarai AVC Cup, Indonesia berpeluang menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan di Aichi-Nagoya. Namun, Pool B akan menjadi ujian awal yang sesungguhnya. Menghadapi Iran, Thailand, dan Kirgizstan, konsistensi, kedalaman pemain, serta kemampuan beradaptasi akan menjadi kunci perjalanan Merah Putih di Jepang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.