KabarBaik.co, China — Perburuan tiket otomatis menuju Pesta Olahraga Musim Panas Olimpiade Los Angeles 2028 resmi dimulai di Tianjin, Tiongkok. Kejuaraan Voli Putri Asia atau AVC Women’s Continental Championship 2026 ini berlangsung mulai Jumat (21/8) hingga 30 Agustus di Tianjin Olympic Center Gymnasium.
Turnamen bergengsi ini menjadi panggung pembuktian tertinggi dua kekuatan voli Asia Tenggara, yaitu Thailand dan Indonesia, yang datang bertanding dengan modal rekam jejak, kedalaman skuad, serta asa berbeda. Naik kelas.
Juara bertahan Thailand datang tanpa kompromi dengan mendaftarkan seluruh skuad emas yang baru saja selesai berlaga di ajang elite dunia Volleyball Nations League (VNL) 2026. Di bawah arahan pelatih legendaris Kiattipong Radchatagriengkai atau yang akrab disapa Coach Aod, Thailand membawa amunisi penuh yang sukses mengamankan posisi ke-14 klasemen akhir babak penyisihan VNL sekaligus mendongkrak peringkat dunia mereka ke urutan 17 FIVB.
Keberhasilan menundukkan tim raksasa dunia Brasil dengan skor telak tiga set langsung di ajang VNL, disusul raihan gelar juara serta dominasi total tanpa kehilangan satu set pun pada putaran kedua SEA V Cup 2026, menjadi bukti sahih betapa mematikannya mental bertanding serta performa tim berjuluk Ratu Voli ASEAN itu.
Kedalaman skuad Thailand di ajang AVC 2026 terbagi sangat rapi dan presisi di setiap lini. Posisi komando permainan dipegang penuh oleh setter berpengalaman Pornpun Guedpard, yang bertindak sebagai kapten tim, didampingi pengumpan muda berbakat Nattanan Jaesan. Lini serang utama bertumpu pada trisula maut berkelas internasional yang membela klub-klub top dunia, yakni Chatchu-on Moksri, Ajcharaporn Kongyot, dan Pimpichaya Kokram.
BACA JUGA: Dari Tersingkir hingga Jadi MVP, Aomsin Sasipaporn Menemukan Kembali Kepercayaan Thailand
Untuk menjaga kedalaman rotasi saat laga krusial yang menguras fisik, Thailand juga menyiapkan deretan penyerang sayap berkualitas seperti Sasipaporn Janthawisut, yang baru menyabet gelar pemain terbaik (MVP) di SEA V Cup 2026, serta talenta muda Warissara Sitaleart.
Pertahanan lini tengah Thailand diperkuat oleh benteng jangkung Thaddao Nukjang yang didukung variasi serangan cepat khas Asia dari Wimonrat Thanapan, Kaewkalaya Kamulthala, dan Kanyarat Khunmuang. Sementara itu, kestabilan bola pertama serta pertahanan bawah dipercayakan kepada libero senior Piyanuch Pannoi, dengan sokongan dua libero muda Jidapa Nahuanong serta Kalyarat Khamwong.
Berkat kelengkapan dan matangnya sistem permainan ini, berbagai media olahraga terkemuka di Asia menempatkan Thailand sebagai penantang terberat bagi tuan rumah Tiongkok dan Jepang, dengan estimasi probabilitas mempertahankan gelar juara Asia berada di kisaran 35 hingga 40 persen, sekaligus mengincar tiket langsung ke Olimpiade LA28.
BACA JUGA: Indah Guretno, Putri Kediri yang Jadi Libero Terbaik Asia Tenggara
Di sisi lain, timnas putri Indonesia yang tergabung di Pool B bersama Thailand, Kazakhstan, dan Australia, mengusung misi besar untuk bisa mencetak sejarah baru di Tianjin. Meski peluang Indonesia untuk merebut trofi juara Asia masih tergolong kecil dan berada di bawah lima persen akibat dominasi kekuatan utama benua seperti Tiongkok, Thailand, dan Jepang, peluang Srikandi Merah Putih untuk menembus babak delapan besar perempat final cukup terbuka lebar hingga mencapai 80 persen.
Peta persaingan di Pool B menunjukkan bahwa pertandingan pembuka melawan Kazakhstan pada 22 Agustus akan menjadi partai hidup-mati yang sangat menentukan langkah Garuda Putri.
Dengan mengandalkan kecepatan, kolektivitas tim, serta variasi serangan untuk meredam postur tinggi para pemain Kazakhstan, ditambah target kemenangan mutlak saat berhadapan dengan Australia, Tisya Amallya dan kawan-kawan berpeluang besar mendampingi Thailand lolos dari fase grup. Keikutsertaan di ajang AVC 2026 ini menjadi momentum emas bagi skuad Indonesia untuk mengunci posisi di jajaran enam hingga delapan besar Asia, sekaligus menandai pencapaian tertinggi bola voli putri tanah air di panggung benua dalam beberapa tahun terakhir.
Dua wakil Asia Tenggara tersebut akan memulai perjuangan di Tianjin Olympic Center Gymnasium. Thailand dijadwalkan membuka laga Pool B melawan Australia pada 21 Agustus, sementara Indonesia akan langsung menghadapi ujian berat kontra Kazakhstan sehari setelahnya, sebelum kedua tim ASEAN ini saling berhadapan dalam duel antartetangga pada 23 Agustus 2026.
Dukungan dan doa terbaik dari publik Tanah Air tentu menjadi amunisi yang sangat berarti. Hasil dari beberapa laga terakhir menjadi satu indikator semangat dan daya juang mereka, layak diperhitungkan dan mendapat apresiasi. Bisa! (*)






