KabarBaik.co, Malaysia- Vietnam makin dekat dengan final ASEAN Cup 2026 atau Piala AFF 2026. Sang juara bertahan mencuri kemenangan penting 2-0 atas Malaysia pada leg pertama semifinal di Kuala Lumpur, Minggu (16/8) malam. Dua gol itu tercipta berkat aksi ciamik Nguyen Xuan Son dan satu gol bunuh diri dari Faris Danish di menit-menit akhir.
Hasil tersebut menjadi modal besar bagi Vietnam sebelum menjamu Malaysia pada leg kedua di Hanoi, pada Rabu mendatang. Dengan keunggulan dua gol, Vietnam hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan langkah ke partai final.
Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Malaysia bahkan sempat memiliki sejumlah peluang terbaik untuk membuka keunggulan. Pada menit ke-35, Faris Danish berhasil menerobos sisi kiri dan mengirim umpan silang mendatar kepada Paulo Josue.
Josue melepaskan tembakan dari jarak dekat, tetapi kiper Vietnam Le Giang Patrik melakukan penyelamatan gemilang. Bola muntah kemudian jatuh kepada Daryl Sham, namun penyelesaiannya justru melambung di atas mistar.
Vietnam yang mulai menemukan ritme permainan akhirnya memecah kebuntuan tepat menjelang turun minum.
Pada menit kelima injury time babak pertama, umpan panjang Lê Phạm Thành Long menemukan Trương Tien Anh di sisi kanan. Tien Anh mengontrol bola dengan sentuhan pertama yang apik sebelum mengirimkan umpan silang ke kotak penalti.
Xuan Son datang menyambut bola dan melepaskan sundulan sambil menjatuhkan diri. Dalam posisi tubuh hampir horizontal, penyerang Vietnam itu berhasil mengarahkan bola melewati Azri Ghani. Gol spektakuler tersebut menjadi gol ketiga Xuân Son di turnamen sekaligus membawa Vietnam unggul 1-0.
Malaysia mencoba memberikan respons setelah jeda. Xuan Son bahkan hampir menggandakan keunggulan beberapa menit setelah babak kedua dimulai, tetapi sepakannya masih berhasil dihentikan di garis gawang.
Drama kemudian terjadi pada menit ke-60. Wasit asal Uzbekistan, Rustam Lutfullin, sempat mengeluarkan kartu merah untuk Patrik setelah kiper Vietnam itu melakukan pelanggaran terhadap Mohamadou Sumareh di luar kotak penalti. Namun, keputusan tersebut berubah setelah wasit meninjau tayangan ulang melalui monitor VAR di tepi lapangan. Kartu merah Patrik akhirnya dibatalkan sehingga Vietnam tetap bermain dengan 11 pemain.
Malaysia terus mengejar gol penyama kedudukan. Namun, ketika mereka sedang berusaha meningkatkan tekanan, justru gol kedua Vietnam lahir.
Empat menit sebelum pertandingan berakhir, Faris Danish berada di posisi yang kurang menguntungkan dan secara tidak sengaja membelokkan bola ke gawang sendiri. Azri Ghani tak mampu berbuat banyak dan Vietnam pun unggul 2-0.
Malaysia sebenarnya masih memiliki kesempatan untuk memperkecil ketertinggalan. Pada detik-detik terakhir, Faris nyaris menebus kesalahannya melalui sebuah peluang emas. Namun, Patrik kembali melakukan penyelamatan akrobatik untuk mempertahankan keunggulan Vietnam.
Peluit panjang akhirnya memastikan kemenangan 2-0 Vietnam.
Sejatinya, laga berjalan ketat dengan dominasi penguasaan bola yang tipis milik Vietnam sebesar 53 persen, berbanding 47 persen milik Malaysia. Skuad tuan rumah sebenarnya mengawali laga dengan intensitas tinggi dan mencatatkan total 5 tembakan (2 on target), 2 peluang emas (big chances), serta keunggulan angka harapan gol (xG) 0,62 berbanding 0,57 milik tim tamu.
Meskipun Malaysia menciptakan lebih banyak ancaman awal, lini serang Vietnam terbukti jauh lebih efektif dalam memanfaatkan ruang di area berbahaya. The Golden Star Warriors mencatatkan 12 kali sentuhan di dalam kotak penalti lawan berbanding 7 milik Malaysia, serta mencatatkan angka xG on target (xGOT) mencapai 1,03 yang menggambarkan kualitas ancaman akhir mereka.
Disiplin pertahanan Vietnam—yang memenangi 67 persen tackles serta membuat 3 intersepsi—berhasil meredam gelombang serangan Harimau Malaya hingga peluit tanda turun minum dibunyikan
Merespons kekalahan tersebut, sejumlag media Malaysia menyampaikan kekecewaannya. Sebelum laga, mereka merasa optimistis dapat menaklukkan Vietnam karena bermain di kandang. Meski masih ada kesempatan di leg kedua, namun media menyebutnya sebagai misi yang sangat berat bahkahn hampir mustahil.
Hasil tersebut membuat Malaysia membutuhkan kemenangan dengan selisih minimal dua gol pada leg kedua di Hanoi jika ingin menjaga peluang lolos ke final. Sebaliknya, Vietnam kini berada dalam posisi yang jauh lebih nyaman untuk mempertahankan statusnya sebagai juara bertahan ASEAN Cup 2026.
Di leg pertama semifinal sebelumnya, Thailand juga menumbangkan Singapura dengan skor 1-3. Dengan demikian, jika tidak ada keajaiban, kans besar negara yang akan berlaga di partai puncak adalah Thailand vs Vietnam. (*)






