KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyiapkan skema jangka panjang di Kelurahan Kertosari yang merupakan salah satu wilayah di pusat kota Banyuwangi. Wilayah tersebut beberapa waktu lalu sempat terendam banjir.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan Pemkab, penyebab utama banjir di Kertosari bukan hanya curah hujan tinggi, tetapi juga sedimentasi dan penyumbatan drainase akibat sampah. Oleh karena itu, diperlukan langkah nyata untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Menanggapi hal ini, warga Kertosari bersama pemerintah daerah menggelar kerja bakti membersihkan saluran air. Gotong royong ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas drainase agar air bisa mengalir lebih lancar saat hujan turun.
Pj. Sekda Banyuwangi, Guntur Priambodo, menegaskan bahwa penanganan banjir harus dilakukan secara kolaboratif.
“Tiga dinas (BPBD, PU Pengairan, PU CKPP) akan saling berkolaborasi menyelesaikan banjir yang kerap terjadi di wilayah Kertosari,” kata Guntur, Jumat (21/2)
Dinas PU Pengairan juga berencana melakukan normalisasi sungai yang mengarah ke laut dengan metode padat karya. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat aliran air dan mencegah genangan berulang di kawasan tersebut.
Sekretaris Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahroby, menjelaskan bahwa upaya normalisasi akan melibatkan alat berat.
“Kami akan membersihkan sedimentasi yang cukup tebal di beberapa titik. Ini bagian dari langkah strategis untuk jangka panjang,” katanya, Rabu (19/2).
Selain pembersihan saluran, Pemkab Banyuwangi juga menyalurkan bantuan makanan bagi warga terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka yang mengalami kendala akibat banjir.
Ke depan, pemerintah akan mengkaji rehabilitasi jembatan yang dianggap menghambat aliran sungai. Dengan perbaikan ini, diharapkan aliran air bisa lebih lancar dan tidak menyebabkan genangan di pemukiman warga.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menjadi solusi permanen bagi permasalahan banjir di Kertosari.(*)







