Pemkab Bojonegoro Perkuat Mitigasi Kekeringan, 73 Desa Jadi Prioritas Antisipasi Kemarau

oleh -99 Dilihat
IMG 20260506 WA0036
Pertemuan kepala desa dan camat di Ruang Anglingdharma Bojonegoro. (Foto: Shohibul Umam) 

KabarBaik.co, Bojonegoro – Ancaman kekeringan yang diprediksi meningkat akibat fenomena El Nino pada tahun ini mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memperkuat langkah mitigasi sejak dini. Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya, sedikitnya 73 desa di 20 kecamatan masuk dalam peta rawan kekeringan dan menjadi prioritas penanganan.

Sebagai langkah preventif, Pemkab Bojonegoro melakukan penyisiran mendalam guna memetakan kebutuhan teknis serta menyusun jadwal operasional distribusi air bersih di wilayah terdampak. Upaya ini dilakukan secara terpadu bersama BPBD Kabupaten Bojonegoro agar penanganan lebih terarah dan tepat sasaran.

Penguatan mitigasi juga dilakukan melalui kegiatan Pembinaan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) dan Mitigasi Dampak Kekeringan yang bersama para camat, kepala desa, 73 pengurus HIPPAM dari 20 kecamatan, perwakilan PDAM, serta sejumlah pihak terkait lainnya di ruang Anglingdharma Pemkab Bojonegoro.

Kepala Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro, Satito Hadi, menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipastikan terpenuhi, terutama saat musim kemarau. Menurutnya, peran HIPPAM sangat strategis sebagai garda terdepan dalam penyediaan air bersih di tingkat desa.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelembagaan HIPPAM, khususnya dalam manajemen mitigasi kekeringan. Dari 73 pengelola HIPPAM yang hadir, kami lakukan pendataan menyeluruh mulai dari kendala hingga kesiapan, agar masyarakat tidak mengalami kesulitan air saat kemarau,” ujarnya, Rabu (6/5).

Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menekankan bahwa akses air bersih menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia menyebut, prediksi musim kemarau tahun ini diperkirakan mulai berlangsung sejak Mei dan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September.

“Sebanyak 73 desa ini merupakan wilayah prioritas yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Pemetaan pembangunan dan penguatan HIPPAM harus dilakukan secara bertahap, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang,” jelasnya. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.