KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menargetkan penambahan luas tanaman padi di wilayahnya pada tahun ini seluas 200 hektare. Target itu disampaikan Imam Nur Hamid, kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro.
Menurut Imam, target penambahan luas tanam padi tersebut juga ditetapkan Pemprov Jawa Timur. “Ini mengacu pada tahun 2024 lalu, total area luas lahan pertanian di Kabupaten Bojonegoro mencapai 160.024 hektare dan 151.998 hektare berhasil panen dengan nilai produksi mencapai 883.114 ribu ton,” ujar Imam, Jumat (21/2).
Imam menyatakan, produksi padi di Kabupaten Bojonegoro mulai masa tanam Oktober 2023 lalu sampai dengan September 2024 mencapai 866.915 ton padi kering giling. Jumlah tersebut menjadikan Kabupaten Bojonegoro berada di peringkat ketiga dengan jumlah produksi padi tertinggi di Jawa timur setelah Kabupaten Lamongan dan Ngawi.
Untuk mewujudkan target luas padi mencapai 200 hektare, lanjut Imam, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro melakukan beberapa langkah. Di antaranya, pembuatan cek serta jalur irigasi dari Sungai Bengawan Solo, mengingat terdapat ratusan desa yang berada di pinggir kawasan sungai terpanjang di pulau Jawa tersebut.
“Dengan langkah itu diharapkan target tersebut tercapai, sehingga Kabupaten Bojonegoro bisa berkontribusi lebih dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan menempatkan Kabupaten Bojonegoro sebagai daerah lumbung pangan,” tandas Imam. (*)






