Pemkab Gresik Luncurkan Tempat Penitipan Anak “Masmundari”, Jawaban Persoalan Pekerja Perempuan

oleh -52 Dilihat
589c0591 e057 43fb 9001 631893b1092e
Plt Bupati Gresik Asluchul Alif saat tinjau TPA Masmundari. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik resmi meluncurkan Tempat Penitipan Anak (TPA) Masmundari pada Rabu, (21/5). Fasilitas ini menjadi bagian dari program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Gresik, serta langkah konkret menjawab kebutuhan perempuan pekerja, terutama mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Acara peluncuran yang digelar di lokasi TPA yang bertempat di eks Kantor UPT Cabang Dinas Pendidikan, Jalan Jaksa Agung Suprapto 5A Gresik, dihadiri oleh Plt Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua TP PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Akhmad Yani, Ketua GOW Gresik Shinta Puspitasari Alif, Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati, Camat Gresik, Forkopimcam, serta perwakilan dari komunitas perempuan seperti GASPOL (Gerakan Sayang Perempuan Ojek Online) dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Asluchul Alif menyatakan bahwa kehadiran TPA Masmundari adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap realitas sosial di Gresik sebagai kota industri, di mana banyak perempuan yang bekerja di sektor formal maupun informal.

“Jangan sampai TPA ini hanya ramai di awal, lalu sepi dan mati. Kalau berhasil, ini bisa jadi proyek percontohan untuk TPA lain di kecamatan-kecamatan,” ujarnya.

TPA Masmundari saat ini diprioritaskan hanya untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu dan diberikan secara gratis. Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati, dalam laporannya menyebutkan bahwa hingga saat ini sudah ada tujuh anak yang mendaftar. Namun, karena keterbatasan tenaga bidan dan perawat, TPA baru bisa menerima anak usia di atas dua tahun.

Petugas yang bertugas di TPA ini terdiri dari tiga PNS sesuai SK: satu ketua dengan latar belakang pendidikan psikologi, staf administrasi dari lulusan hukum, serta pengasuh berlatar belakang pendidikan agama. Selain itu, tenaga tambahan dari Dinas KBPPPA juga dilibatkan untuk mendukung operasional.

TPA ini juga mendapat dukungan dari dunia industri. Petrokimia Gresik telah memberikan bantuan, sementara PT Freeport Indonesia akan menyelenggarakan pelatihan bagi tenaga pengasuh agar dapat memenuhi standar profesional.

Tak hanya berhenti di satu titik, Asluchul Alif mengisyaratkan bahwa ke depan, bangunan-bangunan UPT Dinas Pendidikan yang tidak terpakai dapat disulap menjadi TPA serupa. Dengan skema prioritas, tidak semua kecamatan harus memiliki TPA, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing.

Selama masa kepemimpinannya bersama Bupati Fandi Akhmad Yani, Alif menargetkan akan hadir lebih banyak TPA yang tersebar di beberapa kecamatan sebagai wujud komitmen pemkab terhadap pemberdayaan perempuan, keadilan sosial, dan perlindungan anak.

TPA Masmundari bukan sekadar tempat penitipan anak, melainkan menjadi simbol perubahan cara pandang terhadap peran negara dalam menopang kehidupan buruh perempuan. Di tengah tuntutan kerja dan keterbatasan ekonomi, pemerintah daerah hadir dalam satu titik kecil yang menyimpan harapan besar.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Wildan Zaky
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.