KabarBaik.co – Sinergisitas baru dalam dunia pariwisata Jember resmi dimulai. Pemerintah Kabupaten Jember secara resmi menjalin kerja sama dengan PT Perhutani Alam Wisata Resorsis (Palawi) untuk mengintegrasikan pengelolaan dua destinasi ikonik Pantai Watu Ulo dan Papuma.
Penandatanganan kesepakatan bersejarah ini dilakukan langsung di kawasan Pantai Papuma pada Jumat sore (19/12). Langkah ini menandai babak baru bagi pariwisata pesisir selatan Jember yang lebih tertata dan terjangkau.
Melalui kerja sama ini, wisatawan tidak perlu lagi membayar tiket terpisah untuk mengunjungi Watu Ulo dan Papuma. Mulai Januari 2026, tarif tiket masuk resmi disatukan menjadi Rp12.500 per orang.
Integrasi ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung yang ingin menikmati kontrasnya pasir hitam Watu Ulo dan putihnya pasir Papuma dalam satu rangkaian perjalanan.
Direktur Utama Econique PT Perhutani Alam Wisata Resorsis, Tedy Sumarto, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar soal manajemen wisata, melainkan misi sosial untuk memberikan dampak ekonomi berantai (multiplier effect) bagi warga lokal.
“Sinergi bersama Pemkab Jember ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru. Kita tahu wilayah pesisir masih menjadi salah satu kantong kemiskinan di Jember, dan pengelolaan terintegrasi inilah solusinya,” ujar Tedy.
Sementara Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan, penyatuan pintu masuk dan tiket ini adalah impian lama masyarakat yang akhirnya terealisasi di masa kepemimpinannya.
“Ini adalah cita-cita lama yang terwujud. Kami ingin wisatawan merasa nyaman tanpa mengurangi keindahan alam yang ada,” kata Gus Fawait
Ia optimis bahwa dengan peningkatan kualitas layanan ini, Jember akan memiliki ikon wisata unggulan yang kompetitif di tingkat nasional.
“Integrasi ini diharapkan tidak hanya menggaet wisatawan lokal, tetapi juga menjadi daya tarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Jember,” pungkasnya. (*)






