KabarBaik.co – Pemerintah (Pemkab) Jember terus menggalakkan monitoring dan evaluasi (Monev) Tim Percepatan dan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat Kecamatan.
Acara ini Monev yang dilaksanakan di Kecamatan Balung dan Kecamatan Puger ini dipimpin oleh Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak,dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember, Poerwahjoedi beserta tim.
Poer mengatakan, bahwa Monev Ini menjadi bagian penting untuk melihat capaian indikator yang diatur sesuai dengan amanah Pemerintah Presiden (Perpres) Undang-Undang nomor 72 tahun 2021.
“Jadi memang harus dilakukan agar kita terus update capaian sampai mana, dengan itu bisa meminimalisir kesalahan data, artinya tidak ada yang terlewat,” kata Poer saat dikonfirmasi, Sabtu (9/11).
Ia jua menyampaikan, bahwa dalam kegiaatan ini setiap Ketua TPPS Kecamatan akan memaparkan kondisi stunting terkini di wilayahnya.
“Paparan itu cukup lengkap karena mulau dari ibu hamil hingga balita stunting, pemaparan itu juga salah satu cara agar pendataan kita benar-benar tepat,” jelasnya.
Selain itu, Poer juga menjelaskan pemaparan itu juga termasuk data pendampingan keluarga risiko stunting oleh TPK, serta faktor determinan variabel risiko persasaran catin, bumil, bufas, baduta dan balita di wilayah.
“Hasil dari monitoring tim TPPS yang ada di kecamatan, desa dan kelurahan menghasilkan rekomendasi dan rencana tindak lanjut program penanganan stunting yang akan dilaksanakan,” ucapnya.
Ia berharap dengan kegiatan ini bisa mengedukasi serta mengoptimalkan pendampingan keluarga berisiko stunting di Kabupaten Jember.
“Tentunya Pemkab Jember akan terus fokus untuk menekan angka stunting, saya harap dengan acara edukasi dan paparan ini semakin membuat masyarkat sadar akan bahanya stunting. Terlebih bagi para ibu untuk tetap menaga pola makan agar ketia bayi lahir bisa sehat dan tumbuh dengan normal,” pungkasnya. (*)