Pemkab Mojokerto Siagakan 220 Personel Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi

oleh -263 Dilihat
IMG 8602
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa memimpin apel kesiapsiagaan. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada 2025. Sebanyak 220 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan penanganan cepat di tengah ancaman cuaca ekstrem yang terus meningkat.

Personel itu terdiri dari 90 petugas BPBD serta 130 relawan mitra BPBD Kabupaten Mojokerto. Seluruhnya dikukuhkan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa dalam apel kesiapsiagaan di Kantor BPBD Mojokerto, Jabon, Mojoanyar, Rabu (3/12) pagi.

Apel diawali dengan doa bersama bagi korban bencana di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk di Sumatera. Bupati Albarraa menyampaikan belasungkawa sekaligus menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan.

Menurut dia, Mojokerto memiliki tingkat kerentanan bencana yang cukup tinggi. Selain dipengaruhi faktor alam, risiko juga dapat muncul akibat kondisi sosial dan aktivitas manusia.

“Ancaman bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mengganggu kehidupan sosial masyarakat dan pembangunan daerah. Karena itu, penanggulangan bencana harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Bupati yang akrab disapa Gus Barra tersebut memberi apresiasi khusus kepada para relawan sebagai garda terdepan dalam penanganan darurat.

“Relawan bekerja tanpa terikat waktu. Ini tugas mulia yang membutuhkan keberanian, ketegasan, dan keikhlasan,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa bencana bisa datang tiba-tiba, seperti angin kencang yang melanda sejumlah desa di awal tahun dan longsor di jalur Pacet–Batu pada 8 April 2025 yang menelan korban jiwa.

Ia menyampaikan lima arahan penguatan Posko Terpadu Bencana Hidrometeorologi. Antara lain pemantauan cuaca dan potensi bencana secara berkala, percepatan sistem peringatan dini, kesiapan jalur evakuasi dan logistik darurat, penguatan komunikasi dari desa hingga kabupaten, serta pengutamaan keselamatan petugas dan warga.

Selain respons cepat, Gus Barra menekankan perlunya pendekatan menyeluruh mulai mitigasi, edukasi publik, hingga pemulihan pascabencana. Ia meminta jajaran sigap menindaklanjuti peringatan dini dari BMKG agar risiko dapat diminimalkan.

Kepala Pelaksana BPBD Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, memastikan posko bencana akan beroperasi penuh selama 24 jam.

“Setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti cepat melalui sistem komando terpadu. Kolaborasi lintas sektor adalah kunci keberhasilan penanganan bencana,” ujarnya.

Ia juga mengimbau warga lebih waspada, khususnya yang tinggal di wilayah rawan banjir, longsor, dan angin kencang.

“BPBD tidak bisa bekerja sendirian. Segera laporkan jika melihat tanda-tanda bencana,” tambahnya.

Dengan penguatan kesiapsiagaan ini, Pemkab Mojokerto berharap perlindungan terhadap masyarakat bisa lebih optimal ketika bencana terjadi.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.