KabarBaik.co – Mendukung program pemerintah pusat, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo pastikan kesiapan Sekolah Rakyat (SR). Hal ini disampaikannya dengan menempatkan SR milik Kabupaten Pasuruan di bekas kantor pemerintahan yang terletak di Hayam Wuruk, Kota Pasuruan.
Rusdi menjelaskan bahwa nantinya jika bekas kantor pemerintah tersebut di jadikan sekolah dapat menampung sekitar 1.000 siswa. Ribuan siswa ini nantinya diperuntukan bagi masyarakat yang tidak mampu.
“Muat untuk 1.000 siswa halamannya juga luas, kalau dijadikan apel muat untuk 1.000 siswa. Jadi itu nanti akan kami arahkan kesana untuk sekolah rakyat, jenjangnya saat ini untuk anak SD,” jelas Mas Rusdi, sapaannya, Selasa (22/4).
Rusdi juga mengatakan bahwa sistem SR itu nantinya akan dibuat seperti ‘boarding school’. Dimana nantinya para siswa akan mendapatkan fasilitas gratis mulai dari seragam, buku, hingga makan gratis.
Meski begitu persiapan SR ini masih menjadi kendala oleh Pemkab Pasuruan. Pasalnya setiap daerah nantinya akan diminta untuk menyiapkan lahan sebesar lima hektar untuk dijadikan SR.
“Saat ini kita sedang menyiapkan berkasnya, karena dari kementrian sosial harus ada lahan sekitar lima hektar untuk dijadikan SR. Rencananya akan kami buat di tiga lokasi yakni di Grati, Gondangwetan, dan Rejoso,” ungkap Mas Rusdi.
Meski menawarkan pendidikan dan fasilitas gratis, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyadari bahwa meyakinkan anak-anak dan keluarga dari golongan tidak mampu untuk mau bersekolah di Sekolah Rakyat bisa menjadi tantangan tersendiri. Namun, pihak pemerintah daerah siap menghadapi tantangan ini demi masa depan pendidikan anak-anak di Kabupaten Pasuruan.(*)