KabarBaik.co, Batu – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menggelar program Gerakan Pangan Murah (GPM) di Balai Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji. Program ini dilakukan sebagai langkah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah fluktuasi kebutuhan pangan di Pasar Among Tani.
Wali Kota Batu, Nurochman mengatakan, pemerintah melakukan intervensi pada sejumlah bahan pokok strategis seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras, serta komoditas hortikultura. Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Batu bekerja sama dengan Perum Bulog menyediakan 6 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Beras tersebut dijual kepada masyarakat dengan harga Rp 55.000 per 5 kilogram.
Selain beras, masyarakat juga dapat membeli minyak goreng seharga Rp 14.500 per liter dan gula pasir Rp 17.000 per kilogram. Komoditas telur ayam ras dijual Rp 29.000 per kilogram dan dapat ditebus dengan harga Rp 24.000 setelah menggunakan voucher potongan harga.
“Dengan harga Rp 55.000 per 5 kilogram untuk beras SPHP, Rp 14.500 per liter minyak goreng, serta gula Rp 17.000 per kilogram, pemerintah berupaya menciptakan harga acuan yang lebih rendah dari pasar. Skema 500 voucher potongan harga Rp 5.000 juga dirancang sebagai bantalan langsung bagi daya beli masyarakat,” ujar Nurochman, Rabu (4/3).
Sebanyak 500 voucher potongan harga senilai Rp 5.000 turut dibagikan kepada masyarakat untuk membantu meringankan beban belanja. Tak hanya berfokus pada stabilisasi harga, kegiatan GPM juga melibatkan 23 booth UMKM lokal yang menjajakan berbagai produk olahan, sayuran, hingga rempah-rempah.
Keterlibatan pelaku usaha kecil ini diharapkan dapat memperkuat perputaran ekonomi masyarakat, khususnya menjelang Ramadan. Nurochman menilai pendekatan tersebut efektif karena menyasar dua sisi sekaligus, yakni memberikan harga terjangkau bagi konsumen sekaligus membuka akses pasar bagi pelaku usaha lokal.
Program intervensi langsung seperti ini rencananya akan terus dilakukan di sejumlah titik lain di Kota Batu sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi menjelang Idul Fitri 2026. “Yang pasti harga yang ada di sini cukup memiliki selisih dengan harga yang ada di pasaran. Upaya ini adalah wujud konsistensi Pemkot untuk menekan inflasi dan membuat ekonomi masyarakat bisa terus berputar,” tandasnya. (*)







