KabarBaik.co, Batu – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Pariwisata melakukan pendataan rutin terhadap juru pelihara punden. Langkah tersebut sebagai upaya memastikan perawatan situs budaya tetap berkelanjutan dan sesuai kondisi di lapangan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menjelaskan bahwa pendataan dilakukan setiap akhir tahun berdasarkan usulan dari kepala desa dan lurah. Langkah ini bertujuan untuk memastikan keberadaan juru pelihara benar-benar sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.
“Pemerintah desa dan kelurahan kami beri kewenangan penuh untuk menentukan siapa yang bertugas sebagai juru pelihara, termasuk apabila terjadi pergantian personel,” ujarnya, Senin (2/3).
Pendataan tersebut juga menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyalurkan insentif kepada para juru pelihara. Saat ini terdapat 125 juru pelihara punden di Kota Batu yang menerima insentif sebesar Rp 150 ribu per bulan, yang dibayarkan setiap triwulan.
Pada tahun ini, Pemkot Batu menyiapkan anggaran sebesar Rp 225 juta untuk mendukung program tersebut. Insentif bagi juru pelihara sendiri telah berjalan selama lima tahun. Pada awal program, nominalnya sebesar Rp 100 ribu per bulan sebelum kemudian meningkat menjadi Rp 150 ribu sejak 2023 dan tetap berlaku hingga saat ini.
Selain pemberian insentif, Dinas Pariwisata juga memberikan pembekalan rutin kepada para juru pelihara. Materi pembekalan meliputi pemahaman sejarah situs, nilai budaya lokal, hingga kemampuan komunikasi publik. Dalam kegiatan tersebut, praktisi pemandu wisata turut dilibatkan guna memperkuat kemampuan juru pelihara dalam menyampaikan narasi sejarah kepada pengunjung.
Menurut Onny, Pemkot Batu memandang juru pelihara bukan sekadar penjaga situs. Mereka juga memiliki peran penting dalam menjaga kesakralan punden, merawat nilai-nilai lokal, serta memperkuat pengalaman wisata berbasis budaya.
Dengan pendekatan tersebut, punden diharapkan tidak hanya terawat secara fisik, tetapi juga memiliki narasi sejarah yang tetap hidup dan relevan bagi generasi sekarang maupun wisatawan yang datang. (*)






