KabarBaik.co, Blitar – Kebijakan SKB 9 Menteri terkait penanganan krisis kesehatan jiwa anak mulai mendapat perhatian di daerah. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menilai kebijakan tersebut dapat memperkuat upaya perlindungan anak, terutama dalam pencegahan berbagai persoalan kesehatan mental.
Kepala DP2AP3KB Kota Blitar, Mujianto mengatakan, pihaknya menyambut baik kebijakan tersebut karena isu kesehatan jiwa anak menjadi persoalan penting yang perlu mendapat perhatian bersama. “Terkait SKB 9 menteri tentang kesehatan jiwa anak tentunya kami sangat antusias, karena persoalan kesehatan jiwa anak ini menjadi sesuatu yang penting bagi kita semua,” ujarnya, Rabu (11/3).
Menurutnya, berbagai persoalan yang melibatkan anak pada akhirnya juga berkaitan dengan lembaga yang menangani perlindungan anak. Karena itu, pihaknya mendukung implementasi kebijakan tersebut di daerah.
“Apapun yang disebabkan oleh anak atau yang diakibatkan oleh anak ini larinya ke kami sebagai pemangku kepentingan perlindungan anak. Maka kami sangat mendukung implementasinya,” katanya.
Mujianto mengakui persoalan kesehatan mental anak juga ditemukan di Kota Blitar. Namun, kasus yang paling sering muncul saat ini berkaitan dengan kecanduan permainan daring. “Di Kota Blitar terkait kesehatan mental anak memang ada, hanya saja yang paling sering dialami kebanyakan kecanduan game online,” jelasnya.
Ia menambahkan, meski hingga kini belum menerima surat edaran teknis secara detail, pihaknya tetap akan melakukan koordinasi dengan berbagai instansi agar kebijakan tersebut dapat berjalan maksimal. “Walaupun kami belum mendapat surat edaran detail dari kementerian, ke depan kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar pelaksanaannya tepat sasaran, khususnya dalam proses pencegahan,” ujarnya.
Mujianto menilai pencegahan persoalan kesehatan mental anak perlu dimulai dari keluarga melalui pola asuh yang baik. Peran orang tua dinilai sangat menentukan dalam membentuk kesehatan mental anak sejak dini. “Ini bagian dari pola asuh atau parenting. Kalau sejak dini kita menanamkan hal-hal baik dan mendukung kesehatan mental anak, insyaallah hasilnya juga baik,” pungkasnya. (*)






