KabarBaik.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mulai melakukan penyisiran ulang data penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan menyusul perluasan sasaran penerima manfaat, khususnya ibu hamil dan anak terlantar, yang dinilai masih berpotensi terlewat dari sistem pendataan.
Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba menyebut, hingga saat ini baru sekitar 15 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kota Blitar. Padahal, berdasarkan petunjuk Badan Gizi Nasional (BGN), kebutuhan ideal mencapai sekitar 30 SPPG.
“Bukan hanya soal jumlah SPPG, tapi memastikan tidak ada warga yang seharusnya menerima manfaat justru terlewat,” ujar Elim, Jumat (2/1).
Ia mengungkapkan, saat ini satu dapur SPPG melayani sekitar 2.500 penerima manfaat. Namun, jumlah tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah seiring penyesuaian data di lapangan.
Menurut Elim, saatini masih ada penerima manfaat yang belum masuk di pendataan. Sejumlah kelompok rentan, seperti anak terlantar, belum seluruhnya masuk dalam basis data penerima.
“Masih ada data yang belum terdaftar. Ini yang sedang kami sisir. Jangan sampai program sudah berjalan, tapi yang paling membutuhkan justru tidak mendapatkan,” tegasnya.(*)






