Pemkot Malang Siapkan Sekolah Rakyat, Penjaringan Calon Siswa dari Keluarga Desil 1 dan 2 Mulai Dilakukan

oleh -138 Dilihat
IMG 20260525 WA0024
SRMP 16 Kota Malang. (Foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai mempersiapkan pelaksanaan program Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027. Saat ini dilakukan penjaringan calon siswa baru dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Selain menyiapkan peserta didik, Pemkot Malang juga memastikan lokasi pembelajaran Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang, yang kemungkinan masih akan menggunakan gedung lama di wilayah Kecamatan Kedungkandang.

Hal ini lantaran rencana pembangunan gedung baru yang diusulkan di Kelurahan Arjowinangun belum dapat direalisasikan tahun ini dan diperkirakan masuk tahap pembangunan pada gelombang berikutnya.

Kepala Dinas Sosial-Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) untuk mulai melakukan pendataan terhadap calon siswa potensial.

“Dari kami melalui Pendamping PKH dan Puskesos sudah mulai mendata. Artinya, masyarakat yang masuk desil 1 dan 2 dalam DTSEN, khususnya yang usia masuk SMP atau SMA, itu yang sedang kami data,” ujarnya, Senin (25/5).

Meski proses pendataan telah berjalan, Donny mengungkapkan hingga saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Sosial (Kemensos), terutama terkait jumlah kuota siswa yang akan diterima serta jumlah rombongan belajar (rombel) yang akan dibuka di Kota Malang.

“Belum ada petunjuk teknis dari Kemensos, termasuk jumlah murid yang diterima dan berapa rombel yang akan dibuka,” katanya.

Menurutnya, proses penerimaan siswa baru baru dapat dilakukan setelah kuota resmi dari pemerintah pusat ditetapkan. Jika Kota Malang kembali mendapatkan alokasi tiga rombel untuk jenjang SMP dan tiga rombel untuk SMA seperti tahun sebelumnya, maka tahapan seleksi akan segera dibuka.

Donny menambahkan, meski juknis belum diterbitkan, pelaksanaan tahun ajaran baru Sekolah Rakyat direncanakan tetap mengikuti kalender pendidikan reguler 2026/2027.

Terkait jumlah calon siswa yang sudah masuk dalam pendataan awal, Dinsos-P3AP2KB belum menerima angka pasti karena proses penjaringan masih berlangsung di lapangan. Namun, percepatan pendataan akan langsung dilakukan begitu juknis resmi diterbitkan, dengan mengacu pada basis data DTSEN yang telah tersedia.

Sebagai informasi, pada tahun ajaran 2025/2026, Sekolah Rakyat Kota Malang membuka masing-masing tiga rombel untuk jenjang SMP dan SMA. Setiap rombel diisi sekitar 25 siswa, sehingga total peserta didik mencapai sekitar 150 siswa, terdiri dari 75 siswa tingkat SMP dan 75 siswa tingkat SMA. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.