KabarBaik.co, Batu – Harga susu sapi murni di tingkat peternak wilayah Dusun Brau dan Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Meski nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat, kondisi tersebut disebut tidak berpengaruh terhadap harga susu di tingkat peternak.
Ketua Kelompok Tani Margomulyo sekaligus pengurus Koperasi Margo Makmur Mandiri, Muhammad Munir, mengatakan harga susu saat ini mencapai sekitar Rp 8.100 per liter. Nilai tersebut naik dibanding sebelumnya yang berada di kisaran Rp 7.500 hingga Rp 7.600 per liter.
“Yang jelas saat ini harga susu mengalami kenaikan di tingkat peternak kisaran Rp 8.100, yang sebelumnya Rp 7.600,” ujar Munir, Senin (25/5). Sebelumnya, harga susu murni untuk standar setoran pabrik di wilayah tersebut berada di kisaran Rp 7.400 hingga Rp 7.500 per liter.
Menurut Munir, penguatan nilai tukar rupiah tidak memberikan dampak langsung terhadap harga susu sapi perah di tingkat peternak. Bahkan, kondisi saat ini dinilai justru memberikan keuntungan bagi peternak karena harga jual susu mengalami peningkatan.
“Jadi, meskipun kondisi rupiah menguat, justru memberikan keuntungan bagi peternak sapi perah untuk produksi susunya,” ungkap dia.
Sementara itu, nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin pagi tercatat menguat 21 poin atau 0,12 persen menjadi Rp 17.696 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.717 per dolar AS.
Kenaikan harga susu di tingkat peternak ini diharapkan mampu membantu meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah di Kota Batu, terutama di tengah biaya produksi dan kebutuhan pakan ternak yang masih fluktuatif. (*)






