Pemprov Jatim Gencar Gelar Pasar Murah Jelang Penghujung Tahun

oleh -45 Dilihat
97646a00 008e 4d4a 8625 02e1db77a3a9 scaled
Gubernur Khofifah melayani warga yang membeli beras SPHP (istimewa)

KabarBaik.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus bergerak melakukan langkah pengendalian harga bahan pokok atau sembako jelang momen Nataru.

Sebagai wujud nyata, Gubernur Khofifah menggelar Pasar Murah ke-300 di Halaman Balai Desa Kapas, Bojonegoro, Sabtu (20/12).

Didampingi Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah bersama jajaran Kepala Perangkat Daerah Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa momentum jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), sejumlah kebutuhan pokok kerap mengalami kenaikan harga.

Menurut Khofifah, dengan adanya pasar murah cukup efektif menekan lonjakan harga karena menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Di penghujung akhir 2025, ini pasar murah yang ke-300. Tentu kita berharap bahwa penjangkauan terhadap pemenuhan kebutuhan logistik masyarakat bisa makin didekatkan. Saya selalu berpesan pasar murah tidak berdekatan dengan pasar tradisional,” kata Gubernur Khofifah.

“Alhamdulillah masyarakat selalu antusias hadir dan memanfaatkan kesempatan menyambut Pasar Murah,” tambahnya.

Gubernur Khofifah menambahkan harga kebutuhan logistik yang disiapkan di Pasar Murah merupakan harga yang disubsidi oleh Pemprov Jatim sehingga pasti jauh lebih murah dari pasar tradisional.

“Ini bagian dari intervensi Pemerintah untuk melakukan stabilisasi harga juga mengendalikan inflasi. Sifatnya komplementaritas dengan apa yang dilakukan masing-masing Kabupaten Kota,” ungkapnya.

“Kabupaten Bojonegoro juga bikin tapi kita juga saling melengkapi disemua Kab/ Kota. Kita saling melengkapi titik-titik mana karena wilayah kita luas,” lanjutnya.

Khofifah melanjutkan menjelang Nataru yang dilanjutkan Ramadan dan Idul Fitri 2026, akan ada dinamika maupun lonjakan harga dari ketersediaan kebutuhan logistik. Maka, dirinya menyebut, pasar murah merupakan langkah antisipasi untuk mendorong daya beli masyarakat supaya pemenuhannya bisa terpenuhi.

“Jelang Nataru sejumlah komoditas bahan pangan kerap mengalami lonjakan harga. Maka melalui pasar murah ini mudah-mudahan jelang Nataru semua harga logistik masyarakat bisa terpenuhi dengan baik,” ungkapnya.

“Sembako kita insyaallah sangat cukup, oleh karena itu daya beli masyarakat ini harus diantisipasi supaya pemenuhannya bisa terpenuhi,” tegasnya.

Adapun komoditi yang disediakan diantaranya beras premium dijual Rp 14.000 per kilogram atau Rp 70.000 per sak, lebih rendah dari harga Kabupaten Bojonegoro Rp 14.900 per kg, dengan jumlah komoditi 1 ton atau 200 Sak.

Selain itu, ada juga komoditi beras SPHP total 10 ton dijual Rp 11.000 per kg atau Rp 55.000 per sak, jauh lebih murah dari harga pasar Kabupaten Bojonegoro Rp 12.500 per kg.

Komoditas lainnya diantaranya gula pasir Rp14.000 per kilogram sebanyak 200 kg, Minyakita sejumlah 200 kg dibanderol harga Rp 13.000 per liter, telur ayam ras Rp 22.000 per pack, bawang merah Rp 7.000 per 250 gram, bawang putih Rp 6.000 per 250 gram, tepung terigu Rp 10.000 per kilogram, serta daging ayam ras Rp30.000 per pack, semuanya tersedia dengan stok mencukupi.

Sementara itu, Sumiasih, seorang Ibu Rumah Tangga yang berdomisili di Desa Kapas Bojonegoro mengatakan dirinya sangat senang karena Pasar Murah diselenggarakan didesanya, bahkan dirinya rela menunggu sejak pagi supaya bisa mendapatkan antrian lebih awal.

“Saya datang kesini dari pagi supaya dapat antrian paling awal, tadi juga dapat beras dari Ibu Gubernur, alhamdulillah saya bisa beli kebutuhan pokok untuk keluarga. Senang sekali ada pasar murah disini, semoga berkah barakah,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.