KabarBaik.co – Salah seorang penambang pasir, Wahono, 56, warga Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, mengalami nasib tragis. Dia ditemukan tewas dengan penuh luka di tubuhnya di Sungai Lesti, Desa Pagedangan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang pada Minggu (13/4).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit mengatakan, penambang pasir tersebut ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam kondisi yang sudah meninggal dunia.
Korban dilaporkan hilang saat menambang pasir di Sungai Lesti, sejak Sabtu (12/4), dan ditemukan pada Minggu (13/4) sekitar pukul 11.30 WIB.
“Saat dilakukan pencarian, petugas menemukan baju korban dan alat tambang milik korban di pinggir sungai. Serta ban yang digunakan untuk menambang juga ditemukan hanyut,” kata Nanang.
Nanang menyebutkan, jarak titik penemuan jenazah kurang lebih 6 kilometer dari titik korban mulai hanyut. Korban sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka atas permintaan keluarga.
Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar menambahkan, dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan unsur kekerasan pada tubuh korban. Korban ditemukan dalam posisi tengkurap di atas batu padas tanpa busana. “Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya, Senin (14/4).
Bambang menegaskan, luka-luka di tubuh korban diduga kuat disebabkan oleh benturan dengan bebatuan saat korban terbawa arus sungai.
“Penambang pasir itu memiliki riwayat penyakit gula darah dan kerap mengalami kram saat bekerja. Dari riwayat itu, diduga turut menyebabkan korban meninggal. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat pernyataan tertulis,” tandasnya. (*)







