KabarBaik.co – Beredar di media sosial sebuah video memerlihatkan seorang pria dihakimi massa lantaran diduga melakukan pencurian celana dalam.
Video tersebut diunggah akun Instagram @kediriraya.info yang telah mempertontonkan adegan seorang pria berkaos putih dengan celana jeans biru dipukuli sejumlah orang.
Terlihat sosok pria yang memilikk tatto di lengan kanan tersebut beberapa kali menutupi wajah saat dihujani hantaman tangan kosong dari beberapa pria.
Terduga pelaku pencuri pakaian dalam tersebut sempat duduk di kursi dan langsung ditendang wajahnya. Sedangkan di meja terlihat dua buah celana wanita dalam berwarna pink dan merah yang diduga hasil curian.
Belum diketahui secara pasti siapa pria itu, namun dalam video yang diunggah pada Sabtu pagi (3/8) itu yang memiki caption Seorang pria diamuk warga Pare karena didiga mencuri celana dalam wanita juga dilampiri keterangan asal video : Source FB/Hasan.
Isi kolom komentar memberikan berbagai respon yang menyesalkan aksi main hakim sendiri itu. Bahkan, sampai ada yang membandingkannya dengan seorang koruptor yang tidak pernah diperlakukan sama.
“Nyolong katok ae mbok ajar koyok ngono cak, maling duit rakyat triliyunan gak mbok masa!! Iku yo paling gak ndue duwet gae mbalon. Saumpomo sampean wani ngantemi pejabat sing nyolong duite rakyat sampean ta acungi jempol langsung tak kirimi parcel tahu kuning karo tahu bulat,” tulis @winalexa6, Sabtu (3/8).
“Seng ngantemi meteges, malah kenek pasal dewe kon ngko pak de, negoro onok hukume ben diurusi sing ngurusi hukum dewe,” tambah @kukuhperdana777.
“Ya Allah iki mung nyolong celana dalam loh…Jajal sing nyolong sampe triliunan kae. Kebangeten pak-pak le mu ngantemi…,” imbuh @bm.videography.
Di samping keberatan dari aksi main hakim sendiri, ada warganet yang mendukung penangkapan terduga pelaku karena banyaknya keluhan tentang kejadian pencurian pakaian dalam di sekitar TKP.
“Sering dapat keluhan dari member camp yang kehilangan celana dalam, karena gak cuma sekali kota udah niat pasang CCTV. Semoga memang ini orangnya supaya tempat kami aman,” ungkap @evapurbaningrum.
Menanggapi video tersebut, Kasi Humas Humas Polres Kediri AKP Sriati mengaku belum mengetahui kejadian itu. Sebab, belum ada laporan yang masuk baik ke Polres Kediri maupun Polsek.
“Belum ada laporan tentang kejadian itu. Saya hubungi Kapolsek Pare juga belum menerima adanya laporan,” terang AKP Sriati melalui sambutan telepon.
Meski belum menerima laporan, imbuh AKP Sriati, pihak kepolisian tetap menindaklanjuti dengan mencari informasi tersebut, termasuk melihat rekaman video di sosmed.
Sementara itu, Kapolsek Pare Iptu Siswo Edi menerangkan jika tidak ada laporan kepada pihaknya, namun menurut info yang diketahuinya telah diselesaikan oleh kepala desa setempat.(*)