KabarBaik.co – Sembilan pesilat telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pengeroyokan yang menewaskan SW, 20, asal Desa Ponokawan, Kecamatan Krian, Sidoarjo.
Enam tersangka dewasa dan tiga masih di bawah umur alias ABH. Mereka diamankan secara terpisah, enam tersangka ditangkap Satreskrim Polres Gresik di rumah masing-masing dan sisanya menyerahkan diri.
Tersangka terakhir yang menyerahkan diri adalah Ilham Bagus Cahyo Santoso alias Celeng, 22, asal Semampir, Kota Surabaya. Ia pun hanya bisa tertunduk lesu di Polres Gresik.
Kepada polisi, Celeng mengaku menyesali perbuatannya telah melakukan pengeroyokan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
Apalagi, setelah ditetapkan tersangka dan dijebloskan ke sel tahanan, sejumlah rencana masa depannya gagal. Salah satunya rencana lamaran dengan sang kekasih.
Akibat kasus tersebut, wanita yang akan dilamarnya pada Oktober 2024 mendatang telah memutus hubungan asmara. Rencana lamaran dan pernikahan pun kandas.
“Saya menyesal pak. Karena kejadian ini keluarga saya jadi susah semua. Saya juga batal lamaran yang rencananya bulan Oktober besok,” kata Ilham kepada awak media, Jumat (31/5).
Setelah mengetahui ia menyerahkan diri ke Polres Gresik, sang kekasih langsung memutuskan hubungan dengannya. Padahal asmara di antara keduanya sudah terjalin bertahun-tahun.
Celeng yang berprofesi sebagai tukang tagih di sebuah bank lokal itu hanya bisa mengikhlaskan kekasihnya untuk menikah dengan pria lain.

Ia mengaku terakhir bertemu pujaan hatinya sebelum menyerahkan diri ke polisi. Kala itu Celeng menyampaikan kemungkinan dirinya akan mendekam di penjara beberapa tahun akibat perbuatannya.
“Saya bilang kalau mau menikah dengan pria lain saya persilakan. Karena kemungkinan saya akan di penjara beberapa tahun akibat ulah saya,” tambahnya.
Setelah memberitahu akan menyerahkan diri ke polisi, kekasihnya pun mengambil keputusan yang membuat Ilham hanya bisa mengelus dada.
“Tapi saya ikhlas mas, karena bagaimanapun ini kesalahan saya. Karena sifat kekanak-kanakanya saya hingga membuat semua berantakan,” tuturnya lirih.
Sebelumnya, SW menjadi korban pengeroyokan gerombolan pesilat di Desa Banjaran, Kecamatan Driyorejo, Gresik, Minggu (19/5). Korban sempat koma selama empat hari sebelum akhirnya meregang nyawa.
Atas kasus tersebut, Satreskrim Polres Gresik mengamankan dan menetapkan tersangka sembilan pesilat. Para tersangka bersasal dari Kecamatan Driyorejo, Kedamean dan Kota Surabaya.








