KabarBaik.co – PT. Raputra Jaya sebagai pengelola KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali akhirnya buka suara. Melalui utusannya mereka menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa tragis yang terjadi pada Rabu (2/7) malam tersebut.
“Kami menyadari sepenuhnya bahwa keselamatan dan keamanan adalah tanggung jawab kami. Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini,” kata Ulummudin, Perwakilan PT. Raputra Jaya dalam jumpa pers di Pelabuhan Ketapang, Sabtu (5/7).
Pada saat menerima informasi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, pengelola saat itu langsung berkoordinasi dengan Basarnas dan KSOP Tanjungwangi serta pihak terkait lainnya dalam proses evakuasi dan pencarian.
“Komitmen kami adalah kami hadir di keluarga korban mendampingi dan membantu semaksimal mungkin,” terangnya.
Pihaknya mengaku akan melakukan evaluasi terhadap aspek keselamatan pelayaran, aspek operasional, serta kondisi teknis tenaga di perusahannya.
“Langkah-langkah ini menjadi antisipasi kami agar kejadian serupa tidak terulang,” imbuhnya.
Ia hingga kini turut memantau perkembangan pencarian para korban yang masih hilang. Ia berharap proses pencarian berjalan lancar dan korban segera ditemukan.
“Kami berharap agar proses ini berjalan dengan lancar dengan dukungan berbagai pihak, kami terus melakukan pembaharuan informasi seiring perkembangan,” imbuhnya.
Diketahui, sesuai data manifest yang telah dirilis, total kapal tersebut mengangkut 65 orang yang terdiri 53 penumpang dan 12 kru kapal. Sementara jumlah kendaraan yang diangkut sebanyak 22 unit.
Hingga kini total ada 30 penumpang selamat, 6 meninggal dunia dan 29 masih dalam pencarian.






