KabarBaik.co – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, permintaan tusuk sate meningkat tajam. Hal ini dirasakan langsung oleh Chaqul Yakin 29 tahun, pemilik UD Bambu Perkasa, pengrajin tusuk sate asal Dusun Nglaban, Desa Bendet, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.
Dalam kesehariannya, Chaqul biasa mengirimkan lebih dari 1 ton tusuk sate. Namun saat mendekati momen Idul Adha, angka pengiriman bisa melonjak hingga 4 ton.
“Kenaikan pemesanan memang ada saat ini. Sebelumnya pemesanan sekitar 1 sampai 2 ton, namun sekarang sudah meningkat sampai 4 ton. Kemarin kami sudah mengirimkan pesanan tusuk sate 2,5 ton,” ujarnya saat ditemui wartawan pada Minggu (25/5).
Meski permintaan meningkat drastis, Chaqul memastikan bahwa pasokan bahan baku tetap aman. Ia menggunakan bambu jenis petung atau petung yang dinilainya memiliki kualitas terbaik untuk produk tusuk sate.
“Bambu betung itu lebih panjang dan kuat, jadi hasil tusuk satenya juga bagus dibanding bambu ori. Saya beli dari wilayah Tulungagung dan Blitar. Harga bahan bakunya masih stabil, antara Rp 1.300 sampai Rp 1.500 per kilo,” jelasnya.
Dalam kondisi normal, UD Bambu Perkasa mampu memproduksi 3 hingga 4 kuintal tusuk sate per hari. Namun saat jelang Idul Adha, kapasitas produksi bisa mencapai lebih dari 5 kuintal.
“Kami meningkatkan produksi saat momen seperti ini karena permintaannya tinggi. Bisa sampai 5 kuintal lebih per hari,” ujarnya.
Kenaikan produksi ini berdampak signifikan terhadap omset. Jika biasanya Chaqul meraup omset sekitar Rp 56 juta hingga Rp 60 juta, saat momen besar seperti Idul Adha dan Tahun Baru, angkanya bisa mencapai Rp 70 juta hingga Rp 80 juta.
“Harganya bervariasi, tergantung jenis produk. Untuk harga grosir Rp 13.500 per kilo, sedangkan harga ecerannya Rp 16.000,” tutupnya.
Tak hanya diminati di wilayah Jombang, produk tusuk sate dari UD Bambu Perkasa juga sudah merambah ke wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.(*)






