KabarBaik.co – Kalangan pengusaha optimistis perputaran uang selama momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) akan melampaui proyeksi awal. Realisasi belanja masyarakat diperkirakan berada di atas estimasi sebesar Rp 107,56 triliun, seiring meningkatnya mobilitas dan aktivitas konsumsi di berbagai daerah.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Sarman Simanjorang, menyebutkan lonjakan perputaran uang tersebut ditopang oleh pergerakan sekitar 119,5 juta orang atau setara dengan 29,87 juta keluarga yang melakukan mudik maupun perjalanan wisata selama periode libur panjang.
“Kami memprediksi perputaran uang bisa melampaui Rp 107,56 triliun, terlebih pelaku usaha swasta juga jor-joran memberikan potongan harga dan promo belanja di akhir tahun,” ujar Sarman, Rabu (7/1).
Sarman menilai padatnya kunjungan masyarakat ke sejumlah destinasi wisata favorit menjadi sinyal kuat pulihnya daya beli. Kawasan wisata seperti Malioboro di Yogyakarta, Malang, Bali, hingga Labuan Bajo terpantau dipadati wisatawan.
Kondisi serupa juga terlihat di Jakarta, dengan pusat-pusat keramaian seperti Ancol, Ragunan, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang ramai pengunjung.
Menurut Kadin, momentum positif ini diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Apalagi, setelah libur Nataru, kalender ekonomi nasional masih akan diwarnai rangkaian momentum konsumsi besar, mulai dari perayaan Imlek, Ramadan, hingga Idul Fitri.
“Dengan berlanjutnya momentum Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri, kami optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 bisa menembus 5 persen atau bahkan lebih,” tegas Sarman.
Meski demikian, kalangan pengusaha menilai dukungan pemerintah tetap menjadi kunci. Kadin mendorong pemerintah segera mengumumkan berbagai stimulus untuk menjaga gairah masyarakat dalam bepergian dan berbelanja.
Stimulus yang diharapkan antara lain berupa diskon tiket pesawat, kereta api, dan kapal laut, serta potongan tarif tol. Menurut Sarman, kebijakan tersebut akan menjadi faktor penentu bagi masyarakat dalam mengambil keputusan perjalanan ke kampung halaman maupun destinasi wisata.
Selain itu, Kadin juga berharap pemerintah mengimbau pelaku usaha di sektor ritel, termasuk mal dan pusat perbelanjaan, untuk kembali menggelar program diskon besar-besaran guna mendorong transaksi dan meningkatkan volume penjualan.
Sarman menutup dengan keyakinan bahwa angka riil perputaran uang pada libur Nataru 2025/2026 kali ini berpotensi mencetak rekor baru dan memperkuat fundamental ekonomi nasional.
“Kami sangat yakin nilai perputaran uang selama libur Nataru kali ini akan melampaui proyeksi yang telah kami sampaikan sebelumnya,” pungkasnya.






