Pengusaha Parsel Magersari Sidoarjo Cuan Besar, Raup Omzet Ratusan Juta saat Lebaran

oleh -91 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 18 at 11.50.42 AM
Produk parsel dari Deparsel yang berada di Magersari Sidoarjo (Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Awal mula belajar bisnis parsel di Jogja justru berbuah manis. Menjelang Lebaran, seorang perajin asal Magersari, Sidoarjo, sukses mengembangkan usahanya hingga meraup omzet ratusan juta rupiah.

Usaha bertajuk Deparsel Surabaya ini dirintis sejak tahun 2021. Awalnya, sang owner membantu kerabat di Jogja mengembangkan bisnis parsel. Dari situ, ia belajar proses produksi hingga strategi pemasaran, sebelum akhirnya memberanikan diri membuka usaha serupa di Sidoarjo dengan sistem kolaborasi antarbrand.

“Awal mula buka parsel ini karena waktu itu habis belajar digital marketing di Jogja, terus bantu saudara ngembangin parsel. Dari sana akhirnya tahu cara bikinnya dan memberanikan diri buka sendiri di Surabaya,” kata Fahdina, 28, pada KabarBaik.co saat ditemui di Kediamannya, Rabu (18/3).

Konsep bisnisnya pun unik. Meski berbeda nama, kedua usaha ini saling bertukar produk. Jogja Parcel memiliki cabang di Surabaya, sementara The Parcel juga memiliki jaringan di Jogja, namun tetap menggunakan identitas brand masing-masing.

“Jadi mereka jual produk kami, kami juga jual produk mereka. Tapi tetap dengan brand yang berbeda di tiap tempat,” tambahnya.

Dalam perjalanannya, usaha ini terus berkembang. Hingga kini, timnya berjumlah delapan orang yang terbagi dalam berbagai divisi, mulai dari produksi, desain rotan, admin, marketing, hingga pengiriman.

Produk yang ditawarkan pun cukup beragam. Tercatat ada sekitar 43 paket parcel yang dipasarkan, dengan mayoritas pemesanan dilakukan melalui WhatsApp. Website hanya difungsikan sebagai etalase dan pendukung visibilitas online.

“Kalau website itu sebenarnya kurang update, biasanya customer cek lewat WhatsApp. Website lebih untuk menunjukkan eksistensi dan SEO saja,” jelasnya.

Untuk jangkauan pasar, pengiriman parcel bahkan sudah menjangkau luar pulau, seperti Nusa Tenggara Timur hingga Sumatera Utara. Sementara untuk pesanan dalam jumlah besar, pernah mencapai lebih dari 100 paket dalam satu kali order.

“Pengiriman paling jauh sampai NTT dan Sumatera Utara. Kalau pesanan terbanyak pernah sampai 105 paket,” ungkapnya.

Dari sisi tren, parsel berisi makanan kini menjadi favorit pelanggan. Berbeda dengan beberapa tahun lalu, di mana parsel pecah belah sempat menjadi primadona. Saat ini, minat terhadap produk tersebut cenderung menurun.

“Sekarang customer lebih suka yang full makanan. Kalau pecah belah itu justru menurun, padahal dulu sempat jadi yang paling laris,” ujarnya.

Sementara itu, paket paling laris tahun ini adalah parsel rotan dua tingkat ukuran kecil, dengan harga mulai Rp 350 ribu. Model ini dinilai lebih praktis dan menarik bagi konsumen.

“Yang paling laris sekarang rotan dua tingkat ukuran kecil, mulai harga Rp350 ribu,” pungkasnya.

Dari usaha yang berawal dari belajar dan kolaborasi ini, Deparsel mampu mencatatkan omzet hingga sekitar Rp 150 juta dalam satu tahun, menjadikannya salah satu contoh sukses UMKM kreatif di Sidoarjo. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.