KabarBaik.co – Raff Dance Company Indonesia kembali hadir memukau penonton dengan pagelaran opera anak keenamnya, Petualangan Timun Emas, di Taman Budaya Cak Durasim Surabaya, Minggu (13/7) petang. Acara yang terselenggara berkat kerja sama dengan UPT Taman Budaya Jawa Timur serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur ini berhasil menarik perhatian banyak pihak, khususnya para orang tua dan anak-anak. Dengan melibatkan 60 anak dan remaja, pertunjukan ini jelas menjadi wadah positif untuk menumbuhkan apresiasi seni dan menanamkan nilai-nilai luhur.
Pembukaan yang meriah dengan sambutan dari Kepala UPT Taman Budaya Jawa Timur, Ali Ma’ruf, serta penjelasan dari Ketua Raff Dance Company Indonesia, Arief Rofiq, menggarisbawahi komitmen mereka dalam menghadirkan seni yang edukatif.
“Kami ingin memberikan sesuatu yang lebih dari sekadar tarian. Melalui cerita Petualangan Timun Emas, kami ingin membekali anak-anak dengan nilai-nilai positif seperti kepercayaan diri, optimisme, dan rasa cinta terhadap lingkungan serta bangsa,” ujar Arief Rofiq.
Pertunjukan Petualangan Timun Emas berhasil membangkitkan semangat penonton sejak awal. Tarian ceria oleh puluhan anak-anak mengawali kisah legendaris yang memaparkan perjalanan Timun Emas, dari penculikan oleh Buto Ijo, penyelamatan oleh nenek jelmaan bidadari, hingga perjuangannya mengalahkan sang raksasa. Adegan demi adegan mengalir lancar, didukung oleh penampilan total 60 anak dan remaja yang telah berlatih selama dua bulan. Keberanian dan kepercayaan diri para penampil di atas panggung patut diacungi jempol, menjadikan ini pengalaman yang membanggakan bagi orang tua dan edukatif bagi anak-anak.
Meskipun sukses dalam menghadirkan pesan moral dan memupuk bakat anak-anak, ada satu aspek yang patut menjadi catatan konstruktif untuk peningkatan di masa mendatang: penyajian musik dan dialog dalam bentuk rekaman. Sebagai sebuah operet atau teater musikal, esensi dari pementasan yang hidup sangat bergantung pada interaksi langsung antara penampil dan elemen-elemen audivisual.
Penggunaan musik dan dialog yang direkam, alih-alih ditampilkan secara langsung, sedikit mengurangi kedalaman dan intensitas pertunjukan. Dalam sebuah operet, vokal dan orkestrasi langsung dapat memberikan dinamika emosional yang lebih kuat, memungkinkan para penampil untuk berinteraksi secara spontan dengan musik, dan menghadirkan pengalaman yang jauh lebih imersif bagi penonton. Begitu pula dengan dialog. Meskipun para penampil menunjukkan ekspresi yang baik, dialog yang disampaikan secara langsung akan memungkinkan adaptasi dan improvisasi kecil yang dapat menambah keaslian dan koneksi dengan audiens.
Tentu saja, kendala teknis dan logistik seringkali menjadi alasan di balik pilihan ini, terutama dalam produksi yang melibatkan banyak anak. Namun, jika Raff Dance Company Indonesia ingin terus mengembangkan kualitas pertunjukannya ke arah teater musikal yang lebih matang, investasi dalam pengalaman audio live akan menjadi langkah maju yang signifikan. Ini akan membuka peluang bagi para penampil untuk benar-benar mendalami karakter mereka melalui suara, dan bagi penonton untuk merasakan resonansi emosional yang lebih dalam.
Secara keseluruhan, Petualangan Timun Emas adalah inisiatif yang luar biasa dan patut diapresiasi dalam upaya menumbuhkan kecintaan seni dan budaya pada generasi muda. Dengan semangat perbaikan dan eksplorasi terhadap elemen live performance, Raff Dance Company Indonesia memiliki potensi besar untuk terus melahirkan karya-karya yang tidak hanya menghibur dan mendidik, tetapi juga benar-benar menggetarkan jiwa penonton.(*)






