KabarBaik.co – Semakin meningkatnya kunjungan wisatawan yang berkunjung di Kota Batu, Polres Batu melalui Satlantas memetakan titik lokasi yang menjadi jalur rawan kemacetan menuju tempat wisata.
Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim menyebutkan, dari hasil pemetaan terdapat delapan titik rawan di jalur lalu lintas di Kota Batu.
Potensi kepadatan arus lalu lintas kerap terjadi di beberapa titik. Yakni di Jalan Trunojo tepatnya di jalur keluar Songgoriti. Jalur ini menjadi akses keluar masuk ke Kota Batu. Dengan ruas jalan yang menyempit ditambah dengan banyaknya pengguna jalan yang melawan arus di kawasan simpang Songgoriti membuat kawasan ini berpotensi macet.
Potensi kemacetan juga berada di simpang tiga Bendo tepatnya di Jalan Bukit Berbunga Sidomulyo. Apalagi jalur ini merupakan akses ke sejumlah destinasi wisata seperti Taman Rekreasi Selecta, Cangar, Coban Talun dan berbagai destinasi desa wisata tematik lainnya. Selanjutnya di simpang empat Arhanud. Jalur ini juga menjadi jalur utama bagi pengguna jalan dari berbagai kawasan,” jelas Kevin, Kamis (3/4).
Menurut Kevin, kemacetan terjadi akibat ketidakseimbangan arus dari Karangploso menuju Kota Batu yang memicu kemacetan. Kepadatan lainnya berada di simpang tiga Pendem. Jalur ini juga berpotensi rawan kemacetan karena akses utama pertemuan arus kendaraan masuk dan keluar Kota Batu.
Simpang empat Pesanggrahan juga sering mengalami kemacetan. Di jalur ini terdapat mobilitas kendaraan yang tinggi membuat kawasan ini sering mengalami kepadatan. Lalu, simpang tiga Taman Makam Pahlawan (TMP) Suropati. Jalur utama ini juga menjadi jalur utama menuju beberapa destinasi wisata.
“Titik kepadatan juga berada di Alun-Alun Kota Batu. Kawasan pusat kota ini menjadi salah satu lokasi favorit wisatawan dengan berbagai sentra wisata berpotensi akan selalu dipadati kendaraan,” papar Kevin. Termasuk di Jalan Trunojoyo, tepatnya di Florawisata Santerra De Laponte.
Kevin menjelaskan, jalur ini juga menjadi jalur yang sering terjadi kemacetan parah. Kerap terjadi antrean kendaraan masuk ke objek wisata sering memanjang hingga ke jalan. “Tentunya, kami mengimbau kepada masyarakat agar mengetahui hasil pemetaan. Dan, diharapkan masyarakat dapat memilih jalur alternatif agar terhindar dari kemacetan lalu lintas,” tandas Kevin. (*)






